09 December 2022, 16:27 WIB

Kesolidan Portugal Diuji Singa Atlas


Akmal Fauzi |

TIMNAS Portugal diterpa isu miring tentang bintang mereka Cristiano Ronaldo menjelang laga melawan Maroko di perempat final Piala Dunia 2022 yang akan berlaga di Stadion Thumama, Sabtu (10/12) malam WIB. CR7 dikabarkan mengancam akan meninggalkan tim, namun pemain lain kompak membela Ronaldo. Bahkan, Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) harus turun tangan menepis kegaduhan yang terjadi.

Kabar itu muncul setelah pelatih Fernando Santos menepikan Ronaldo sebagai cadangan saat Portugal mengalahkan Swiss 6-1 di babak 16 besar. Tanpa Ronaldo, Portugal justru menampilkan permainan tim berkualitas di Stadion Lusail. Goncalo Ramos yang dimainkan menggantikan posisi Ronaldo menjadi pahlawan kemenangan Portugal lewat sumbangan tiga gol saat diturunkan menjadi starter untuk pertama kalinya di Qatar. Selain Ramos, tiga gol Portugal dicetak Pepe, Raphael Guerreiro dan Rafael Leao.

FPF harus membuat pernyataan khusus soal sang kapten. FPF membantah kabar Ronaldo sempat mengancam akan meninggalkan skuad Portugal. Sejumlah pemain juga menyebut Ronaldo masih menjadi bagian penting di skuad Portugal.

Bagi Bruno Fernandes, Ronaldo adalah atlet paling terkenal dalam olahraga. Joao Felix menggambarkan Ronaldo sebagai pemain yang tak tergantikan. Goncalo Ramos, bintang muda berusia 21 tahun, mengaku tidak pernah mengenal timnas Portugal tanpa melibatkan Ronaldo di dalamnya.

Santos membela keputusan mencadangkan Ronaldo murni strategi. Itu adalah pertama kalinya Ronaldo dicadangkan di Piala Dunia sejak masuk pertama kali sebagai pemain pengganti pada Piala Dunia 2006 di Jerman melawan Meksiko.

"Tim yang terlalu kuat untuk dipatahkan oleh kekuatan luar. Sebuah bangsa (Portugal) yang terlalu berani untuk membiarkan dirinya ditakuti oleh musuh manapun. Sebuah tim dalam arti sebenarnya dari kata tersebut, yang akan memperjuangkan impian sampai akhir! Percayalah bersama kami! Kekuatan, Portugal!” tulis Ronaldo di akun instagram-nya menepis isu tersebut.

Namun, kesolidan Portugal tentunya akan diuji melawan Maroko yang memiliki pertahanan kokoh karena baru kemasukan satu gol dari empat laga di Qatar. Ketergantungan terhadap Ronaldo yang menjadi pencetak gol terbanyak untuk timnas Portugal dengan 118 gol akankah kembali terjadi atau Santos kembali menginginkan timnya bermain lebih dinamis seperti lawan Swiss tanpa kehadiran Ronaldo.

"Saya akan menggunakan apa yang saya yakini sebagai strategi yang tepat, seperti yang telah saya lakukan sepanjang hidup saya," kata Santos.

Baca juga: CR7 Sebut Portugal Terlalu Kompak untuk Dipecah Belah

Sementara Maroko yang menjadi negara Arab pertama dan tim keempat dari Afrika yang mampu menembus perempat final Piala Dunia setelah Kamerun (1990), Senegal (2002) dan Ghana (2010) bertekad kembali mencatatkan sejarah di Qatar. Menjadi tim underdog di Grup F, Singa Atlas --julukan Maroko-- justru tampil mengejutkan bisa menjadi juara grup dan mengalahkan juara Piala Dunia 2010 Spanyol di babak 16 besar.

Kesuksesan mereka di Qatar telah dibangun di atas fondasi pertahanan yang tangguh dan serangan balik yang tidak dapat diprediksi. Strategi itu dijalankan dengan sempurna melawan Spanyol. Maroko tidak terhipnotis permainan Spanyol yang mempertontonkan lebih dari 1.000 operan. Mereka tampil solid dengan menahan imbang 0-0 Spanyol dalam waktu 120 menit yang melelahkan sebelum melaju ke babak perempat final melalui adu penalti.

Singa Atlas tetap akan bertumpu pada transisi cepat di lini sayap. Duet Hakim Ziyech dan Achraf Hakimi bakal menjadi ancaman ke gawang Portugal. Ditambah lagi, dukungan suporter Maroko mayoritas warga Arab dan Afrika selalu ramai di setiap laga.

Stadion Al-Thumama akan menjadi tujuan "invasi" suporter Maroko menyusul pemerintah Maroko yang akan memboyong ribuan suporter ke stadion saat FIFA menambahkan alokasi 5 ribu tiket laga nanti.

"Saya pikir tidak mungkin bagi kami untuk melakukan ini tanpa para suporter. Banyak penggemar datang ke Qatar dari banyak negara, Amerika, Eropa, Maroko. Mereka mencintai negara mereka dan apa yang bisa saya katakan kepada mereka adalah kami tidak bisa berbuat apa-apa tanpa mereka, saya membutuhkan mereka untuk perempat final dan mudah-mudahan kami akan membuat sejarah," kata pelatih Maroko Walid Regragui. (Dailymail/AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT