08 December 2022, 04:45 WIB

Kroasia Didenda FIFA karena Ulah Pendukung


Basuki Eka Purnama |

FIFA, Rabu (7/12),  menjatuhkan sanksi kepada Kroasia menyusul nyanyian para fan yang berbau xenofobia, kebencian terhadap orang dari negara lain, yang ditujukan kepada kiper Kanada Milan Borjan di Piala Dunia 2022.

Federasi sepak bola Kroasia diharuskan membayar denda sebesar 5.000 franc Swiss atau sekitar Rp830 juta, 'Terkait tingkah suporter Kroasia selama pertandingan Piala Dunia antara Kroasia dan Kanada pada 27 November,' demikian pernyataan FIFA dikutip AFP.

Selama pertandingan yang berlangsung di Doha itu, para pendukung Kroasia secara verbal menyerang Borjan, keturunan etnik Serbia, yang lahir di Kroasia tapi meninggalkan negara itu ketika masih anak-anak.

Baca juga: Dalic Akui Skuat Brasil di Piala Dunia 2022 Menakutkan

Mereka juga membentangkan spanduk, salah satunya mengacu ke operasi militer 1995 yang mengakhiri perang kemerdekaan Kroasia.

Selama dan setelah operasi tersebut lebih dari 200.000 warga etnik Serbia meninggalkan negara tersebut, termasuk keluarga Borjan.

Hukuman bagi Kroasia itu dijatuhkan 48 jam berselang setelah mereka mengamankan tiket untuk menantang Brasil di laga perempat final, Jumat (9/12).

Federasi sepak bola Serbia juga terkena hukuman dari FIFA, yang menjatuhkan denda 20.000 Swiss franc, setara Rp332 juta, menyusul bendera kontroversial yang menggambarkan Kosovo tergantung di ruang ganti pemain saat pertandingan mereka melawan Brasil.

Federasi sepak bola Kosovo (FFK) mengajukan komplain ke FIFA setelah foto yang menunjukkan bendera Serbia dengan peta, yang mencakup wilayah Kosovo sebagai negara mereka dicap dengan slogan tidak akan ada kata menyerah.

Kosovo, yang merupakan bekas provinsi Yugoslavia dengan penduduk mayoritas Albania, menyatakan kemerdekaan dari Serbia pada 2008, namun Beograd menolak mengakuinya.

Dalam kasus ketiga yang ditangani komisi disipliner FIFA, enam kartu kuning yang didapat Arab Saudi saat melawan Argentina dan Meksiko berakibat federasi negara tersebut mendapat dua sanksi, yang masing-masih berupa denda 15.000 Swiss franc atau sekira Rp250 juta. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT