04 December 2022, 17:10 WIB

Kroasia Waspadai Kegigihan Jepang


Dhika Kusuma Winata |

KROASIA mengantisipasi potensi sengatan Jepang pada laga 16 besar Piala Dunia 2022 di Stadion Al Janoub, Senin (5/12) malam. Sang  pelatih Zlatko Dalic tegas tak ingin menganggap enteng Jepang. Dalic memprediksi pertarungan bakal sengit karena gaya Jepang yang gigih dan tidak pernah menyerah.

"Mungkin sebelumnya, kami akan memilih Jepang sebagai lawan tetapi mereka mengalahkan Jerman dan Spanyol dan Jepang bukanlah lawan yang mudah," ujarnya, Minggu (4/12).

"Jika sebuah tim finis pertama di grup mengungguli Spanyol dan Jerman, mereka bagus dan berkualitas. Jepang menunjukkan mereka tidak menyerah. Mereka bangkit setelah kalah dan memiliki kualitas hebat. Kami harus disiplin dan sabar dan tidak membuat kesalahan," imbuh Dalic.

Laga 16 besar ini akan menjadi ujian besar Kroasia yang berstatus finalis edisi 2018. Pasalnya, pada edisi Qatar ini skuad Vatreni tak lagi berada di generasi emas empat tahun lalu dan mengombinasikan lebih banyak pemain muda.


Baca juga: Badai Cedera Berpotensi Ganggu Selecao


Meski begitu, Kroasia masih akan mengandalkan gelandang veteran Luka Modric. Pemain berusia 37 tahun itu bekerja tanpa lelah selama 90 menit penuh saat bermain imbang 0-0 dengan Belgia.

Modric menjadi jembatan generasi lebih yang lebih muda sebagai pemimpin sekaligus teladan skuad.

"Apa pun yang kami lalui selama Piala Dunia 2018 adalah pengalaman yang tak terlupakan, tetapi kami harus mengesampingkannya dan fokus pada apa yang ada di depan kami," kata Modric.

"Banyak pemain dari edisi Rusia tidak ada di sini. Kami memiliki pemain baru, darah segar, dan energi baru," ujar pemenang Ballon d'Or 2018 itu.

Bek Kroasia Josip Juranovic percaya Modric memberikan contoh kepada pemain muda untuk memotivasi diri. Meski di usia 37 tahun, Modric masih menunjukkan performa tak kenal lelah. Skuad Vetrani yakin mereka lebih diunggulkan dengan mental juara yang dimiliki.

"Saya tidak sabar menunggu pertandingan dimulai. Ketika Anda melihat orang-orang seperti Luka Modric berlari dan berani mati di lapangan, itu memberi kami energi ekstra untuk pemain yang lebih muda untuk berlari. Kami memiliki kombinasi hebat antara pemain berpengalaman dan pemain muda dalam tim," ujarnya. (AFP/OL-16)

BERITA TERKAIT