02 December 2022, 04:15 WIB

Jaksa Minta 13 Mantan Petinggi Juventus, Termasuk Agnelli, Diadili


Basuki Eka Purnama |

JAKSA Italia telah memeriksa agar mantan Presiden Juventus Andrea Agnelli dan 12 mantan petinggi klub Serie A itu diadili atas tuduhan memalsukan laporan keuangan dan kejahatan lain. Hal itu dilaporkan media massa Italia, Selasa (1/12).

Agnelli, Wakil Presiden Pavel Nedved, dan dewan direksi Juventus mundur massal pada Senin (28/11) di tengah penyelidikan terkait keuangan klub.

Jaksa Italia secara resmi mengajukan permintaan mereka kepada hakim pada Kamis (1/12).

Baca juga: Seluruh Dewan Direktur Juventus Mengundurkan Diri

Penyelidikan telah dimulai pada tahun lagi berpusat mengenai apakah Juventus, yang tercatat di bursa efek Italia, memberikan laporang keuangan palsu pada investor sembari, di saat bersamaan, mengeluarkan invoice untuk transaksi yang tidak pernah mereka lakukan antara 2019 dan 2021.

Transaksi palsu itu diperkirakan mencapai nilai 282 juta euro. Transaksi itu terkait jual beli pemain.

Jaksa juga menyelidiki laporan Juventus terkait pemangkasan gaji pemain selama pandemi covid-19 pada 2020.

Juventus, yang juga disebut oleh jaksa sebagai terdakwa, dalam pernyataan resmi, Rabu (30/11), menyebut gugatan jaksa itu tidak terbukti.

Bianconeri membela cara mereka memperhitungkan pemotongan gaji pemain, yang nilai sama dengan kompensasi selama empat bulan.

Di bawah kendali Agneli, anggota keluarga yang telah mengendalikan Juventus selama hampir seabad, La Vecchia Signora memenangkan sembilan gelar Serie A secara beruntun serta mencapai final Liga Champions pada 2015 dan 2017. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT