29 November 2022, 15:52 WIB

Jelang Laga Lawan AS, Pemain Iran Dapat Ancaman


Widhoroso |

BEBAN berat dipikul pemain Iran jelang laga pamungkas Grup B Piala Dunia 2022 Qatar melawan Amerika Serikat (AS), Rabu (30/11) dini hari nanti. Selain harus memenangkan laga untuk memastikan lolos ke babak 16 besar, skuat team Melli, julukan timnas Iran, juga harus menanggung beban ancaman yang dikeluarkan pemerintah Iran. 

Para pemain Iran diancam bahwa keluarga mereka bisa dipenjara atau disiksa jika melakukan aksi unjuk rasa di laga saat melawan AS. Dilaporkan bahwa pemain Iran diajak menemui Garda Revolusi Iran (IRGC) setelah mereka menolak menyanyikan lagu kebangsaan Iran di partai pembuka mereka melawan Inggris. Aksi tak menyanyikan lagu kebangsaan tersebut terjadi di tengah unjuk rasa besar-besaran di Iran, yang memprotes rezim teokrasi Teheran.

Pekan lalu, bekas pemain internasional Iran Voria Ghafouri ditangkap atas tuduhan "menodai reputasi tim nasional dan menyebarkan propaganda melawan negara." Peristiwa ini terjadi sehari sebelum Iran menghadapi Wales. Saat melawan Wales, pemain Iran menyanyikan lagu kebangsaan sebelum laga.

Laporan yang ada menyebut pemain timnas Iran diinstruksikan untuk menjaga sikap. Keluarga mereka diancam dengan "kekerasan dan siksaan" jika mereka menolak menyanyikan lagu kebangsaan atau jika mereka melakukan aksi protes melawan rezim Teheran.

Kabar yang beredar juga menyebutkan "banyak petugas keamanan Iran" didatangkan ke Qatar untuk memantau gerak-gerik pemain timnas Iran. Para pemain dilarang berbicara dengan orang asing atau menemui fans di luar lingkungan timnas dan stadion.

Diduga juga bahwa rezim Iran memakai jasa suporter bayaran untuk hadir di stadion di laga Iran di Piala Dunia dan jumlah ini akan bertambah menjadi ribuan di laga pamungkas fase grup mereka melawan AS.

"Di laga terakhir melawan Wales, Iran mengirimkan ratusan suporter bayaran untuk menciptakan suasana dukungan palsu di tengah-tengah para penggemar. Di laga selanjutnya melawan AS, rezim Iran berencana menambah jumlah penonton bayaran secara signifikan hingga mencapai ribuan," ungkap sebuah sumber

Kiprah Iran di Piala Dunia 2022 dibayang-bayang gejolak politik di Teheran setelah protes masif semenjak rezim Republik Islam berkuasa. Protes terhadap rezim Iran pun semakin memanas usai tewasnya Mahsa Amini. Perempuan berusia 22 tahun yang ditangkap polisi moral Iran karena melanggar aturan berpakaian tertutup atau hijab. Amini tewas dalam tahanan dengan dugaan disiksa. (Goal/OL-15)

BERITA TERKAIT