29 November 2022, 15:30 WIB

Socceroos Jaga Fokus Hadapi Laga Hidup-Mati Lawan Tim Dinamit


Dhika Kusuma Winata |

Laga ketiga Grup D yang mempertemukan Australia dan Denmark di Stadion Al Janoub, Rabu (30/11) malam, akan menjadi peetandingan hidup mati bagi kedua tim demi lolos ke babak 16 besar. Keduanya sama-sama berpeluang melaju dengan syarat mampu menang.

Skuad Socceroos dan Tim Dinamit akan berebut posisi runner up grup. Australia di klasemen berada di posisi kedua diuntungkan dengan koleksi tiga poin setelah kemenangan melawan Tunisia 1-0 meski di laga pembuka kalah 1-4 dari Prancis.

Sementara itu, Denmark yang baru mengemas satu poin wajib mengalahkan Australia jika ingin lolos karena hasil imbang saja tak akan cukup.

Australia menjaga fokus penuh menghadapi laga penentuan itu. Sang pelatih Graham Arnold sampai-sampai meminta para pemainnyamenjauhi berita maupun media sosial agar memiliki pikiran yang jernih menghadapi laga.

Bukan hanya agar pemain tak tercemar komentar negatif, Arnold tidak mau pemainnya terlena puja-puji setelah kemenangan atas Tunisia.

"Membaca semua komentar, menikmati semua omong kosong itu memengaruhi pola tidur," ungkap Arnold.

"Jika Anda sampai jam lima pagi melihat komentar bagus dari orang yang mendukungmu (padahal) sebelumnya membunuh mu (karena kalah dari Prancis), jadi jangan melihatnya," cetusnya.

Baca juga: Alonso Sebut Laga Melawan Ghana akan Berbeda Ketimbang Saat Piala Dunia 2010

Kemenangan atas Tunisia menjadi sejarah tersendiri bagi Socceroos. Pertama sekaligus terakhir kali mereka memenangi laga Piala Dunia pada edisi 2006 lalu ketika ditangani Guus Hiddink, yang berkebangsaan Belanda, ketika mengalahkan Jepang 3-1. Arnold pun menjadi pelatih nasional pertama bagi Socceroos yang mampu mempersembahkan kemenangan di Piala Dunia.

Australia tiba pada edisi Piala Dunia Qatar ini dengan ekspektasi rendah terlebih setelah kekalahan dari Prancis di partai pertama.

Sekarang, ambisi besar pun membuncah untuk mengulangi penampilan terbaik edisi 2006 ketika mereka mencapai babak 16 besar pada era Tim Cahill, Harry Kewell, dan Mark Viduka. Arnold menjanjikan skuadnya akan tampil habis-habisan demi lolos.

"Saya hanya mengatakan kepada mereka (pemain), tidak diragukan lagi bangsa ini sangat bangga, tetapi kami belum menghasilkan apa-apa," kata Arnold.

"Pemain telah mencapai sesuatu yang bisa kita bicarakan setelah turnamen. Tapi kami di sini untuk melangkah sejauh yang kami bisa," imbuh pelatih kelahiran Sydney berusia 59 tahun itu.

"Ini lah tujuan sebuah mimpi. Ini prestasi yang luar biasa, apa yang telah kami lakukan, tetapi kami lebih lapar lagi sekarang," ucap kapten Australia Mathew Ryan.

Ajdin Hrustic yang sempat mengalami cedera pergelangan kaki diperkirakan akan dimainkan menjadi starter. Gelandang berusia 26 tahun yang bermain di klub Italia, Hellas Verona, itu absen di laga pertama dan baru tampil pada laga kedua sebagai pengganti. Kembalinya Hrustic bakal menjadi salah satu senjata yang diandalkan.(AFP/Herald Sun/OL-4)

BERITA TERKAIT