29 November 2022, 12:30 WIB

Pendukung Brasil Rasakan Benci Tapi Rindu untuk Neymar


Basuki Eka Purnama |

BIASANYA, kabar pemain cedera merupakan kabar buruk. Apalagi jika pemain itu adalah bintang di timnya. Namun, bagi para pendukung timnas Brasil, kabar cederanya Neymar disambut biasa saja. Apalagi Selecao sukses menang 1-0 atas Swiss di laga Piala Dunia 2022, Senin (28/11), tanpa kehadiran penyerang Paris Saint-Germain itu.

Hal itu karena sikap politik Neymar yang mengatakan akan mendedikasikan gol pertamanya di Piala Dunia 2022 untuk mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro.

Di sebuah bar, tempat digelarnya acara nonton bareng laga Piala Dunia 2022 antara Brasil dan Swiss, mahasiswa berusia 23 tahun Henrique Melo mengungkapkan dilemanya.

Baca juga: Bruno Guimaraes Akui Brasil Kurang Tajam Tanpa Neymar

Melo mengaku, sebagai penggemar sepak bola, dia ingin Neymar pulih dari cedera dan bermain setelah penyerang itu tampil gemilang saat Brasil menang 2-0 atas Serbia di laga pertama Selecao, Kamis (24/11).

"Kami jelas kehilangan dia," ujar Melo yang mengenakan jersey timnas Brasil.

"Di saat yang sama, fakta bahwa pemain termahal di dunia belum mencetak gol di Piala Dunia 2022 adalah hasil terbaik timnas Brasil di turnamen ini," lanjutnya.

Melo menambahkan dirinya tidak mau melihat para pendukung Bolsonaro kegirangan.

"Sebagai pemain, Neymar luar biasa. Dia bak seorang seniman. Namun, sebagai pribadi, dia menyebalkan. Bukan hanya soal pandangan politik namun juga kepribadiannya. Ketimbang memamerkan kekayaan, dia bisa saja membantu pendidikan, proyek sosial, atau memberi contoh yang baik untuk anak-anak," papar Melo.

Di pantai Copacabana, tempat sejumlah besar orang menonton laga antara Brasil dan Swiss di layar raksasa, Tainara Santana merasakan yang sama seperti Melo.

"Saya sangat menyukai sepak bola sehingga saya ingin Neymar sehat. Namun, saya bisa memastikan saya tidak sedih dia belum mencetak gol. Rasanya menyenangkan melihat Neymar gagal," ungkapnya sembari tertawa.

Neymar adalah salah satu nama besar di sepak bola. Namun, di luar kepiawaiannya mengolah si kulit bundar, reputasi penyerang Selecao itu penuh cela.

Di dalam lapangan, penyerang berusia 30 tahun itu terkenal tukang diving dan bersandiwara.

Di luar lapangan, dia dituduh gemar berpesta secara berlebihan, menggelapkan pajak, dan berperilaku manja.

"Dia brengsek. Bukan hanya karena sikap politiknya namun karena perilakunya, egonya yang besar, dan minimnya rasa kemanusiannya," kecam Santana.

Bolsonaro

Piala Dunia 2022 digelar selepas pemilu Brasil yang berakhir dengan kekalahan Bolsonaro.

Di masa kampanye, Neymar mengungkapkan dukungannya untuk Bolsonaro yang membuat dia menjadi sasaran kecaman netizen Brasil.

Bahkan, akhir pekan lalu, tagar F*** Neymar menjadi trending di Twitter Brasil.

Pada Minggu (27/11), legenda sepak bola Brasil Ronaldo membela Neymar.

"Anda adalah Neymar, seorang raksasa. Itulah mengapa Anda harus menghadapi kedengkian dan kebencian hingga orang merayakan cedera Anda," ungkap Ronaldo sembari meminta Neymar menggunakan kebencian itu untuk menyemangati diri sendiri.

Di masa lalu, Brasil kesulitan tanpa kehadiran Neymar. Yang paling jelas adalah kekalahan telak 7-1 dari Jerman di semifinal Piala Dunia 2014 ketika Neymar mengalami cedera punggung. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT