29 November 2022, 08:15 WIB

Pelatih Swiss Tetap Tenang Hadapi Laga Hidup Mati Melawan Serbia


Basuki Eka Purnama |

PELATIH timnas Swiss Murat Yakin mengabaikan kekhawatiran laga penentuan timnya di Piala Dunia 2022 melawan Serbia akan menjadi ulangan laga panas seperti yang terjadi di Piala Dunia 2018.

Empat tahun lalu, Swiss mengalahkan Serbia 2-1 untuk meraih tiket ke babak 16 besar dalam laga di Kaliningrad berkat gol dari Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri.

Baik Shaqiri maupun Xhaka melakukan selebrasi dengan membuat gestur elang dengan tangan mereka, mengacu pada bendera Albania.

Baca juga: Gol Larut Casemiro Antar Brasil Tundukkan Swiss

Kedua pemain itu memang memiliki akar di Kosovo, provinsi Serbia yang menyatakan kemerdekaan pada 2008 dengan mayoritas warganya berasal dari etnik Albania.

Kemerdekaan Kosovo tidak pernah diakui Serbia dan Beograd marah dengan selebrasi kedua pemain yang mereka sebut sebagai aksi rpovokasi.

"Saya rasa kami akan sangat siap dan tampil sekuat tenaga melawan Serbia," ujar Yakin usai kekalahan 1-0 dari Brasil di Doha, Senin (28/11).

"Kami hanya harus fokus pada sepak bola. Laga itu akan sangat menarik dan seru. Selain sepak bola, saya tidak peduli," lanjutnya.

Kekalahan Swiss dari Brasil membuat mereka menduduki posisi kedua Grup G dengan raihan tiga poin dari dua laga, unggul dua poin dari Serbia dan Kamerun, yang bermain imbang 3-3 di laga yang dimainkan sebelumnya. Adapun Brasil memuncaki grup dengan raihan enam poin dan telah memastikan diri melaju ke babak 16 besar.

Hal itu berarti Swiss akan melaju ke babak 16 besar dengan hasil imbang melawan Serbia, Jumat (2/12) dengan catatan Kamerun tidak mengalahkan Brasil.

Meski begitu, Yakin menegaskan dirinya tidak akan memerintahkan timnya hanya berusaha meraih hasil imbang.

"Saya suka hasil yang positif. Sebagai pelatih, Anda tidak bisa mengirimkan tim Anda untuk meraih hasil imbang. Kmai ingin menang dan  saya rasa kami mampu melakukannya," tegas Yakin. (AFP/OL-1)
 

BERITA TERKAIT