27 November 2022, 19:09 WIB

Misi Sulit Portugal Lolos 16 Besar


Aknal Fauzi |

PORTUGAL mengusung misi berar agar bisa lolos lebih awal ke babak 16 besar Piala Dunia Qatar dengan mengalahkan Uruguay pada laga kedua Grup H, di Stadion Lusail, Selasa (29/11) dini hari WIB. Sebuah misi yang tidak mudah bagi Selecao das Quinas melihat apa yang mereka tampilkan di laga perdana melawan Ghana.

Meskipun Cristiano Ronaldo mencuri perhatian dengan mancatatkan rekor dari golnya ke gawang Ghana dalam kemenangan 3-2, Portugal masih kekurangan inspirasi di lini depan. Ketika ketajaman Ronaldo tumpul seperti di babak pertama melawan Ghana, Portugal tidak mendapat banyak peluang.

Permainan baru hidup ketika 25 menit terakhir pertandingan setelah Ronaldo mencetak gol penalti yang dianggap kontroversi. Kendati demikian, pelatih Portugal Fernando Santos mengatakan tidak akan kesulitan melawan Uruguay karena dia tahu apa yang perlu diperbaiki.

"Tidak ada yang saya khawatirkan karena saya tahu para pemain saya bisa melakukan lebih baik dari itu, tapi itulah sepak bola. Saya sangat yakin bahwa mereka dapat tampil jauh lebih baik," kata Santos.

Kepercayaan diri pemain Portugal memang meningkat dengan hadirnya sosok Ronaldo yang terus mencatatkan rekor di Piala Dunia. CR7 menjadi satu-satunya pemain yang selalu mencetak gol di lima edisi Piala Dunia berbeda.

Penyerang muda Portugal Goncalo Ramos mengakui Ronaldo adalah sosok yang dikagumi pemain lain dan menjadi inspirasi di ruang ganti. Namun, pemain Benfica berusia 21 tahun itu membantah jika timnya terlalu bergantung pada CR7.

"Dia adalah titik referensi bagi semua orang. Dia seorang idola dan memimpin tim, tapi dia bukan satu-satunya. Kami memiliki orang lain seperti Bruno Fernandes atau Pepe, yang juga bisa memimpin tim," jelasnya.

Ramos yang tampil sebagai pemain pengganti melawan Ghana berharap untuk bisa kembali dimainkan menghadapi mantan rekan setimnya Darwin Nunez yang menjadi andalan lini depan Uruguay. Ini juga jadi kesempatan Portugal membalas kekalahan menyakitkan 1-2 pada babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Rusia.

"Dia (Nunez) pemain hebat dan juga mantan rekan setim saya, dia adalah teman saya, (tetapi) kami siap untuk menghadapinya,” kata Ramos.

Sementara Uruguay meskipun gagal mencatat tembakan tepat sasaran saat melawan Korea Selatan bermain cukup tenang dan terorganisir. Evaluasi tentu harus dilakukan pelatih Diego Alonso. Kegagalan meraih kemenangan bisa membuat Diego Godin dkk dalam posisi sulit.

"Jelas pertandingan kedua adalah kuncinya, dan juga yang ketiga. Apakah kami lolos atau tidak tergantung pada kami," kata Pelatih Uruguay, Diego Alonso. (OL-8)

BERITA TERKAIT