25 November 2022, 05:35 WIB

Megabintang yang Hilang


Akmal Fauzi |

SEHARI menjelang pembukaan Piala Dunia 2022 menjadi hari yang paling buruk untuk bintang Prancis Karim Benzema. Dia memutuskan untuk meninggalkan skuad Les Bleus­--julukan Prancis--karena cedera paha kiri yang didapat saat latihan, Sabtu (19/11). Penyerang Real Madrid itu kemudian harus menjalani pemeriksaan di Doha, Qatar.

Cedera memang menjadi momok pemain sesaat sebelum Piala Dunia tahun ini dimulai. Padatnya jadwal jelang kick-off turnamen sepak bola terakbar itu membuat pemain waswas, bahkan di antaranya ada yang sudah harus merelakan tempat karena tidak masuk dalam skuad karena cedera.

Piala Dunia kali ini digelar di tengah-tengah musim kompetisi reguler yang tengah bergulir, terutama di Benua Eropa. Persoalan itu menjadi hal dilematis yang dihadapi para pemain. Di satu sisi, mereka membutuhkan menit bermain yang banyak untuk menjaga performa terbaik. Bersamaan dengan itu, risiko cedera turut menghantui mereka.

Pada September kemarin, Benzema mengalami cedera lutut saat memperkuat Madrid menghadapi Celtic di Liga Champions. Tak lama kemudian, peraih Ballon d’Or 2022 itu diserang cedera otot paha. Sempat diragukan tampil di Qatar saat masuk dalam skuad, Benzema justru cedera lagi saat sudah tiba di Qatar.

"Sepanjang hidup saya, saya tidak pernah menyerah, tapi malam ini saya harus memikirkan tim seperti yang saya selalu lakukan selama ini. Jadi, karena alasan itu, saya memutuskan untuk meninggalkan posisi saya dan memberikannya kepada seseorang yang bisa membantu tim kami meraih hasil Piala Dunia yang bagus. Terima kasih atas semua pesan dukungan kalian," ujar Benzema melalui media sosial.

Benzema semula menjadi harapan lini depan skuad asuhan Didier Deschamps di Qatar. Namun, Les Bleus sepertinya mampu menjawab keraguan di tengah ketidakhadiran strikernya itu. Kemenangan besar 4-1 atas Australia pada pertandingan pertama membuktikan Prancis masih bisa tampil tajam tanpa Benzema. Olivier Giroud mampu mengisi kekosongan dengan menyarangkan dua golnya ke gawang the Socceroos.

"Yang paling penting bagi saya ialah apa yang dia (Giroud) lakukan untuk tim," kata Deschamps.

Sayangnya, kemenangan tersebut harus dibayar mahal. Lagi-lagi Prancis harus kehilangan pemain inti karena cedera. Bek Prancis Lucas Hernandez mengalami cedera lutut kanannya dan harus angkat koper lebih dulu meninggalkan Qatar.

Selain Benzema dan Hernandez, bintang lainnya, seperti Christopher Nkunku, Presnel Kimpembe, N'Golo Kante, dan Paul Pogba, ialah pemain yang tidak dipanggil ke dalam skuad karena cedera.

 

Fokus pemulihan

Pogba menolak tawaran untuk menonton langsung timnasnya di Qatar. Pemain berusia 29 tahun itu memilih ke Pittsburgh, Amerika Serikat, untuk pemulihan cedera dan dapat fokus membela Juventus pada tahun depan. Pogba berupaya memanfaatkan jeda internasional dengan maksimal ketimbang bersantai-santai menonton Piala Dunia.

"Dia (Pogba) memutuskan untuk berkunjung ke Pittsburgh. Kemudian bekerja keras (pemulihan) selama jeda internasional. Dia ingin menebus waktu yang hilang di awal musim. Jadi, tidak ada waktu luang dan banyak pekerjaan untuk kembali," kata agen Pogba, Rafaela Pimenta.

Sadio Mane juga harus melupakan mimpinya membela Senegal di Qatar karena cedera di tulang fibula kanan ketika memperkuat Bayern Muenchen. Mane merpakan harapan terbesar bagi Senegal untuk mengangkat nama mereka dalam Piala Dunia. Bersama Mane, Senegal sukses memenangi Piala Afrika pada tahun ini.

"Banyak yang mengirimi saya pesan dukungan setelah saya cedera. Terima kasih Tuhan, operasi tengah minggu berjalan dengan baik. Saya ingin berterima kasih kepada kalian semua," kata Mane.

Dengan ketidakhadiran Mane, Senegal tentu kehilangan sosok tajam di lini depan. Hal itu terbukti saat tim berjuluk ‘Singa Teranga’ itu harus menelan kekalahan 0-2 dari Belanda pada partai pembuka Grup A, Selasa (22/11) lalu. Pelatih Senegal Aliou Cisse mengakui ketidakhadiran Mane di lapangan memberikan dampak signifikan terhadap permainan tim. "Tentu saja absennya Sadio Mane menjadi masalah,” kata Cisse.

Mantan rekan setim Mane di Liverpool, Mohamed Salah, juga mengisi barisan megabintang yang absen di Qatar. Bukan karena cedera, Salah absen karena negaranya, Mesir, gagal lolos ke Piala Dunia tahun ini.

Mesir gagal meraih tiket ke Qatar setelah kalah dari Sadio Mane dkk pada babak play-off Maret lalu. Itu menjadi pil pahit Salah yang kembali dikalahkan Senegal melalui adu penalti di partai penting. Pada final Piala Afrika 2022 sebulan sebelumnya, Mesir takluk dari Senegal lewat drama adu penalti dengan skor 2-4.

 

Bakal dirindukan

Mantan bek Liverpool, Dejan Lovren, mengatakan Piala Dunia akan menjadi turnamen yang lebih baik jika kedua mantan rekan setimnya, Mane dan Salah, bisa ikut bermain.

"Mereka merupakan dua superstar besar dan saya pikir Piala Dunia merindukan pemain besar seperti Salah dan Sadio," kata bek Kroasia itu.

Penggemar sepak bola juga tidak bisa melihat mesin gol Manchester City Erling Haaland. Pasalnya, Norwegia yang merupakan negara asal Haaland bernasib sama seperti Mesir.

Norwegia gagal melangkah ke putaran final Piala Dunia 2022 karena tersisih pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa. Haaland dkk hanya menempati posisi ketiga klasemen Grup G kualifikasi, di bawah Belanda dan Turki. Norwegia sudah lama tidak merasakan atmosfer Piala Dunia. Partisipasi terakhir Norwegia dalam Piala Dunia ialah pada edisi 1998 (Prancis).

Mantan pemain Borussia Dortmund itu masih bisa terus bermimpi. Piala Dunia 2026 di Amerka Serikat, Kanada, dan Meksiko akan jadi kesempatan berikutnya yang harus dimaksimalkan Haaland. (Mirror/AFP/Footballitalia/R-3)

BERITA TERKAIT