24 November 2022, 19:54 WIB

Qatar Harus Mampu Atasi Tekanan Saat Menjamu Senegal


Mediaindonesia |

TUAN rumah Qatar harus melawan rasa gugup saat menghadapi Senegal pada laga kedua Piala Dunia 2022 di Stadion Al Thumama, Doha, Jum'at (25/11). Ekspektasi tinggi dari pendukung untuk melihat Si Marun--julukan timnas Qatar-- bermain di negara sendiri membuat pemain tertekan saat dikalahkan Ekuador 0-2 pada laga perdana.

Tim tuan rumah tak berkutik saat serangan cepat Ekuador memborbardir lini pertahanan yang membuat mereka tertinggal 2-0 sejak babak pertama. Sejumlah pendukung yang kecewa mulai mengosongkan stadion di babak kedua. Kondisi itu menempatkan mereka dalam bahaya sebagai tuan rumah kedua setelah Afrika Selatan pada 2010 yang tersingkir di babak penyisihan grup.

Qatar melakukan banyak kesalahan sendiri sepanjang laga. Kiper Saad Al-Sheeb, bahkan membuat keputusan salah ketika keluar dari area gawang tanpa memperhatikan posisi lawan. Dia juga melakukan satu pelanggaran yang berbuah penalti.

Dua momen tersebut berbuah gol untuk Ekuador. Namun, gol pertama La Tricolor--julukan Ekuador-- dianulir wasit karena pemain mereka berada dalam posisi offside dalam proses terciptanya gol.

Fakta bahwa mereka tampaknya tidak mampu melakukan teknik dasar seperti mengoper dan menekan juga menunjukkan bahwa itu adalah masalah mentalitas, karena ini adalah tim yang memenangkan Piala Asia 2019.

"Mungkin kami merasa sedikit kewalahan dengan tanggung jawab itu. Kami juga gugup. Saya berharap tekanan kami (melawan Senegal) berkurang dan kami dapat menghadapi pertandingan dengan cara yang lebih kompetitif. Saya pikir itu adalah sesuatu yang bisa kita kerjakan," kata pelatih Qatar, Felix Sanchez.

Baca juga: Kedinginan di Stadion Gurun yang Terik

Kendati demikian, Felix Sanchez menyebut Si Marun sudah belajar dari kekalahan tersebut. Sanchez yakin timnya dalam kondisi yang lebih baik untuk menghadapi tingginya tensi sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Kegugupan ketika menguasai bola atau ketika ditekan di area pertahanan sendiri bakal diminimalisasi, termasuk mengurangi banyaknya kesalahan di lini pertahanan.

"Kami telah menganalisis yang terjadi, Kami memiliki banyak waktu untuk perbaikan," kata Sanchez.

Senegal juga mengalami kekalahan pembukaan di Piala Dunia tetapi merepotkan tim Belanda di babak kedua. Permainan membangun serangan merepotkan lini pertahanan Belanda dan mereka juga solid dalam bertahan. Namun, dua kesalahan besar dari kiper Edouard Mendy merugikan tim berjuluk Singa Teranga yang harus takluk 0-2.

"Sepak bola adalah tentang efisiensi, ketika Anda tidak mencetak gol Anda tidak bisa menang. Fakta kalah di pertandingan pembuka akan memotivasi kami. Tidak semua yang kami lakukan itu buruk, kami akan memperbaiki kesalahan," kata pelatih Senegal Aliou Ciise. (Independent/OL-4)

BERITA TERKAIT