23 November 2022, 15:33 WIB

Prancis Hentikan Kutukan


Akmal Fauzi |

TANPA Karim Benzema dan sederet pemain utama yang cedera, juara bertahan Prancis menyudahi kutukan juara bertahan yang selalu gagal di laga pembuka dengan memenangkan laga melawan Australia 4-1 di Stadion Al Janoub, Rabu (23/11) dini hari WIB.

Olivier Giroud yang awalnya menjadi pelapis Benzema di lini serang mencetak dua gol, sekaligus menjadi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Prancis bersama Thierry Henry.

Tiga juara bertahan terakhir, sejak 2010, selalu gagal memenangi laga pembuka Piala Dunia. Sekali imbang dan dua kali kalah. Kendati demikian, Les Bleus --julukan timnas Prancis-- mampu menjawab keraguan dengan menumbangkan Australia. Hasil itu juga merupakan kemenangan terbesar pada laga pertama fase grup Piala Dunia yang pernah diraih oleh juara bertahan. 

Prancis awalnya dikejutkan oleh gol cepat Craig Goodwin pada menit ke-9. Namun, Prancis bangkit dan mencetak empat gol beruntun lewat Adrien Rabiot (27'), Olivier Giroud (32', 71') dan Kylian Mbappe (68'). 

"Kami sempat ketakutan, tetapi mampu bereaksi dengan cepat setelah itu. Bahkan seharusnya kami bisa mencetak lebih banyak gol. Kami telah menemukan cara main efisien,” kata Giroud 

Giroud mencetak golnya yang ke-51 untuk Prancis. Dia menyamai rekor Thierry Henry sebagai pencetak gol terbanyak bersama sepanjang masa Les Bleus. Giroud juga menjadi pemain Prancis tertua (36 tahun dan 53 hari) yang mencetak gol di Piala Dunia, melewati rekor Zinedine Zidane (34 tahun dan 16 hari).

"Ini bukan sesuatu yang membebani dia (Giroud). Saya tidak tahu apakah dia sedang mencari rekor. Ini terutama tentang apa yang dia lakukan di lapangan, dia adalah aset penting bagi kami. Dia sangat berguna dalam cara dia terhubung dengan semua pemain lain dalam serangan dan tim," kata pelatih Didier Deschamps.

Baca juga: Pelatih Australia Akui Prancis Terlalu Kuat

Pelatih Australia Graham Arnold mengakui kualitas anak asuhnya tertinggal jauh. Kendati demikian, Arnold memuji pemainnya yang telah berjuang melawan juara bertahan.

“Mereka menjadi juara dunia karena sebuah alasan. Kami memulai dengan baik, tetapi mereka terlalu besar, cepat, dan kuat. Mereka adalah tim Prancis,” katanya.

Arnold sekarang harus mempersiapkan para pemainnya dengan cepat sebelum pertandingan penting pada Sabtu (26/11) melawan Tunisia yang tampil baik dalam menahan Denmark dengan hasil imbang 0-0 sebelumnya.

"Kami telah membangun keyakinan dan energi serta fokus selama seminggu terakhir sejak kami berada di pemusatan pelatihan, cara kami memulai saya pikir kami memiliki keyakinan itu, tetapi kami baru saja dihukum karena kesalahan kami," kata Arnold.(AFP/OL-5)

BERITA TERKAIT