16 November 2022, 06:30 WIB

Queiroz Pastikan Pemain Iran Bebas Berekspresi di Piala Dunia 2022


Basuki Eka Purnama |

PEMAIN timnas Iran bebas mengekspresikan diri mereka selama perhelatan Piala Dunia 2022. Hal itu ditegaskan pelatih timnas Iran Carlos Queiroz, Selasa (15/11), saat negara itu dilanda demonstrasi antipemerintah.

Warga Iran telah turun ke jalan sejak September selepas kematian Mahsa Amini, perempuan berusia 22 tahun yang ditangkap polisi moral karena melanggar aturan berhijab.

Pemain Iran dilaporkan diamati dengan ketat terkait dukungan mereka terhadap demonstrasi di negara itu.

Baca juga: Meski Dukung Unjuk Rasa Pro-Mahsa Amini, Azmoun Masuk Skuat Piala Dunia 2022 Iran

"Semua orang memiliki hak untuk mengekspresikan diri," ujar Queiroz.

Dia kemudian membandingkan aksi pemain timnas Inggris yang berluut sebagai protes antirasisme.

"Kalian sudah terbiasa berlutut sebelum pertandingan. Ada yang setuju ada yang juga yang tidak, Di Iran sama saja."

"Tidak masuk akal menyebut para pemain Iran dikekang. Saat ini, para pemain hanya memiliki satu hal di pikiran mereka, melaju ke putaran kedua."

"Mereka adalah orang-orang sederhana. Mereka tahu bisa melaju ke putaran kedua adalah sejarah. Pasalnya, Iran telah enam kali tampil di Piala Dunia namun tidak sekali pun melaju ke putaran kedua," lanjutnya.

Iran akan mengawali kiprah mereka di Piala Dunia 2022 dengan melawan Inggris pada Senin (21/11). Mereka kemudian akan berhadapan dengan Amerika Serikat (AS) dan Wales. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT