04 October 2022, 12:43 WIB

Dukung Pembentukan Tim Independen, PSI Minta Ketua Umum PSSI Mundur dan Kapolda Jatim Dinonaktifkan


Mediaindonesia.com |

PARTAI Solidaritas Indonesia (PSI) mendukung langkah pemerintah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

“Kami sangat berharap tim independen  menemukan, sampai tuntas, faktor-faktor yang menyebabkan Tragedi  Kanjuruhan. Termasuk mengidentifikasi siapa saja yang harus bertanggung jawab atas tragedi yang sangat memilukan ini,” kata Ketua Umum DPP PSI, Giring Ganesha lewat keterangan tertulis yang diterima, Selasa (4/10).

Menurut Giring, temuan tim independen  bisa menjadi panduan dalam membenahi kompetisi sepak bola di Tanah Air

“Tragedi Kanjuruhan wajib menjadi momentum perbaikan manajemen persepakbolaan di Tanah Air secara mendasar dan menyeluruh. Tidak boleh ada lagi nyawa yang melayang karena sepak bola,” tandas Giring.

Bersamaaan dengan pembentukan tim independen, PSI mendesak Ketua Umum PSSI mundur, sementara Kapolda Jatim dan Kapolres Malang dinonaktifkan.

“Kapolri selayaknya menonaktifkan Kapolda Jatim dan Kapolres Malang. Ini sebagai wujud pertanggungjawaban pimpinan Polri atas tragedi tersebut dan membuka jalan untuk tim independen agar bisa lebih leluasa," ujar Giring. 

Selain itu, Giring meminta Ketua Umum PSSI dan dan Direksi PT Liga Indonesia mengundurkan diri sebagai wujud tanggung jawab.

"PSSI tidak bisa lepas tangan. Tim independen memang baru akan bekerja, tapi  faktanya ratusan saudara-saudara kita meninggal dunia. Sebagai wujud tanggung jawab, Ketua Umum PSSI dan Direksi PT Liga Indonesia  sepatutnya mengundurkan diri," ujar Giring. 

Giring menambahkan, tragedi Kanjuruhan wajib menjadi momentum perbaikan manajemen persepakbolaan di Tanah Air secara mendasar dan menyeluruh. "Tidak boleh ada lagi nyawa yang melayang karena sepak bola. Kita mulai perbaikan itu dengan meminta para pihak yang tidak kompeten untuk mundur," pungkas Giring

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, pemerintah telah membentuk tim gabungan independen pencari fakta atau TGIPF guna mengusut Tragedi Kanjutuhan.

Secara keseluruhan TGIPF Tragedi Kanjuruhan berisikan 13 orang termasuk perwakilan kalangan akademisi yakni Rhenald Kasali dari Universitas Indonesia dan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Sumaryanto, serta Akmal Marhali selaku Koordinator Save Our Soccer dan Anton Sanjoyo mewakili jurnalis olahraga dari Harian Kompas.

Tim tersebut dipimpin langsung Mahfud dan beranggotakan berbagai kementerian dan lembaga.

Presiden Joko Widodo, jelas Mahfud, meminta menuntaskan tugas mereka dalam kurun waktu kurang dari satu bulan untuk menelusuri tragedi Kanjuruhan

Mahfud menuturkan setidaknya ada beberapa hal yang harus ditelusuri terkait detail kejadian yang hingga saat ini dikonfirmasi menelan sedikitnya 125 korban jiwa itu.

Salah satu yang disorot oleh Mahfud adalah mengenai keputusan tetap menyelenggarakan pertandingan pada malam hari, meskipun sudah ada usulan dimajukan ke siang atau sore hari. (Ant/OL-8)

BERITA TERKAIT