09 September 2022, 14:05 WIB

PSSI Sebut Jakarta International Stadium Tidak Memenuhi Standar FIFA


irfan julyusman |

JAKARTA International Stadium (JIS) yang diresmikan tanggal 24 Juli lalu memanglah memiliki banyak kontroversi, dari sulitnya jaringan internet yang dikeluhkan Anies Baswedan hingga robohnya pagar pembatas di Tribun Zona Utara stadion tersebut.

Yang terbaru berdasarkan uji kelayakan oleh PSSI ditemukan bahwa JIS belum memenuhi standar FIFA alias belum layak untuk menggelar laga resmi dari FIFA.

Melalui hasil inspeksi tim Infrastructure Safety and Security PSSI, JIS belum memenuhi kelayakan 100% infrastruktur terutama di area drop off tim, sirkulasi aktivitas terkait pertandingan di outer perimeter yang menumpuk di barat utara. Bahkan melalui inspeksi ini terpantau bahwa concourse timur belum dapat digunakan, perimeter tribune juga perlu dilakukan kajian ulang, dan pagar perimeter di bawah concourse barat yang tidak kokoh.

Sarana dan prasarana pendukung dianggap PSSI belum memenuhi standar FIFA, hal tersebut mencakup kantung parkir kemudian transportasi umum, dan jalan akses menuju stadion yang belum memenuhi standar.

Sekjen PSSI, Yunus Nusi menyampaikan bahwa perlu dilakukannya simulasi terkait jumlah penonton di JIS, mulai dari 25% -50% -75% -100% dari perhitungan kapasitas maksimum keamanan JIS untuk menggelar sebuah laga resmi dari FIFA.

‘’Sehingga untuk menggelar sebuah pertandingan FIFA Match Day yang mengundang animo penonton sangat banyak maka perlu dilakukan simulasi terkait jumlah penonton mulai dari 25% - 50% - 75% - 100% dari perhitungan maximum safety capacity,’’ kata Yunus.

Yunus juga menambahkan bahwa untuk stadion sebesar JIS yang begitu megah dengan daya tampung 80 ribu kursi namun JIS sendiri hanya dapat menampung sekitar 8 ribu unit kendaraan roda empat, sehingga Yunus anggap hal tersebut sangatlah riskan. Yunus juga beranggapan bahwa ketika nantinya timnas berlaga maka animo masyarakat yang datang ke stadion akan sangat tinggi.

Akses pintu masuk stadion yang hanya ada satu pintu tersebut pun dianggap mengkhawatirkan karena jika nantinya penonton keluar acara bersamaan maka akan memakan waktu yang lama.

''Di samping itu terkait dengan plafon yang rendah karena bus tidak bisa masuk, bisa jadi bus tim tamu dan tim tuan rumah berhentinya di area umum, tidak di area sebagaimana mestinya yang sudah diatur . Nah kalau kita paksakan pasti akan menjadi catalan FIFA,’’ ujar Yunus. (OL-4)

BERITA TERKAIT