04 September 2022, 11:00 WIB

Pelatih Persena Ermin Togo Minta Masyarakat Nagekeo Realistis


Ignas Kunda |

MENJELANG perhelatan turnamen sepak bola El Tari Memorial Cup ke-31 di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), 9 September mendatang, Tim Persena Nagekeo minim waktu latihan. Hal itu diungkapkan pelatih kepala Ermin Togo saat ditemui Media Indonesia di sela-sela latihan di Lapangan Wolosambi. Minggu (4/9). 

Menurut Ermin Togo, salah satu pelatih yang belisensi B - AFC (Asian Football Confederation), ia baru saja diberikan tanggung jawab sebagai pelatih kepala sehingga menjadi sangat krusial karena waktu persiapan yang terlalu singkat. 

Apalagi sebagai sebagian anak asuhnya perlu beradaptasi dengan pola kepelatihannya yang terkenal disiplin dan terstruktur. Selain itu, ditambah lagi dengan sosok kepelatihan dengan pola yang selama ini terus berganti tanpa sebuah identitas yang jelas. 

Baca juga: Persija Bukukan Kemenangan Beruntun Keempat

Bagi Ermin, dalam menghadapi sebuah turnamen, tim perlu training center (tc) dalam meningkatkan kebugaran dan kebersamaan anggota tim.

“Perlu sebuah chemistry antarkita dalam tim, dengan begitu bisa membangun tim yang solid semua kekurangan kita saling mengisi dan siap diberikan dan memberikan arahan, namun waktu tinggal bebrapa hari lagi tidak bisa untuk itu,” ungkap pelatih yang suka menerapkan gaya bermain 4-3-3 ini. 

Persiapan timnya masih berfokus soal teknik dan membangun kekompakan tim juga kebersamaan tim. Ia berharap masyarakat Nagekeo tidak banyak menekan dan memasang target tinggi buatnya sebagai pelatih karena persiapan tim sangat singkat.

Ermin menjelaskan seharusnya dengan formasi tim yang ada kini, butuh waktu 2-3 bulan latihan agar anak asuhnya bisa optimal menerapkan teknik dan formasi yang ia mau untuk berlaga di turnamen sepak bola terbesar di NTT ini. 

"Saya harap masyarakat jangan muluk-muluk dan perlu mengerti bahwa skuat yang saya tangani ini sangat minim pengalaman dengan waktu persiapan hanya seminggu lebih jadi cukup sulit buat saya. Namun, saya akan tetap berusaha semaksimal mungkin memberikan porsi latihan yang pas, terutama mental bertanding buat anak asuh saya " ungkap pelatih yang suka sosok Pep Guardiola dan Juergen Klopp ini. 

Ermin menambahkan bila tidak ada training center, perlu sebuah team bulding demi menjaga kekompakan tim, kebersamaan tim dan menumbuhkan mental bertarung tim. Tim butuh dukungan semangat agar mentalnya terus tumbuh bukan memasang target tinggi atau mencerca pemain atau anggota tim.

Menurut mantan gelandang Persena ini, bagaimana pun juga pesepak bola adalah kerja cerdas dan seni, serta merupakan permainan rakyat bukan hanya mengandalkan fisik. Karena itu, butuh waktu untuk bisa membuat anak-anaknya tumbuh cerdas, kreatif dalam mengolah si kulit bundar demi mendapatkan permainan yang menarik hingga menggapai sebuah kemenangan. Selain itu pentingnya membangun psikologi anak asuhnya agar dapat membuat keputusan yang tepat saat menyerang dan bertahan. 

“Dalam bermain sepak bola, seorang pemain harus mengambil keputusan dalam sepersekian detik, maka dalam latihan perlu seorang pesepak bola harus punya kesadaran membaca dan bereaksi cepat terhap keadaan sekitarnya dengan teknik yang dimilikinya karena itu butuh waktu. Namun saya tetap berusaha maksimal dengan kemampuan yang ada membangun tim untuk turnamen nanti,” pungkas mantan gelandang idola Luka Modric dan Zinadine Zidane. (OL-1)

BERITA TERKAIT