19 August 2022, 14:45 WIB

Harry Kane Bidik Rekor Saat Hadapi Wolves


Akmal Fauzi |

HARRY Kane membidik rekor pencetak gol terbanyak untuk satu klub saat Tottenham Hotspur menjamu Wolverhampton Wanderers, Sabtu (20/8) malam WIB. Pemain asal Inggris itu saat ini sejajar dengan Sergio Aguero dengan jumlah gol yang sama.

Gol krusial Harry Kane saat bermain imbang 2-2 melawan Chelsea pekan lalu itu adalah golnya yang ke-184, setara dengan dan Sergio Aguero di Manchester City. Kane tentunya ingin melampaui gol pemain Argentina itu. Gol Kane terpaut dari Alan Shearer (260), Wayne Rooney (208) dan Andy Cole (187).

Kane bergabung dari akademi di Tottenham sejak usia 11 tahun tetapi harus menunggu hingga 2014 untuk memulai Liga Primer pertamanya dan mencetak gol dalam kemenangan 5-1 melawan Sunderland.

Selain rekor Harry Kane, penggemar Tottenham juga tengah menantikan gol kandang ke-1000 mereka di era Liga Primer. Tottenham sudah mencatat 999 gol kandang dengan rincian 812 gol di White Hart Lane, 65 gol di Wembley, dan 122 gol di Tottenham Hotspur Stadium.

Baca juga: Bournemouth Waspadai Ancaman Baru Arsenal

Namun upaya Kane dan Ambisi Tottenham tidak mudah. Dalam beberapa musim terakhir, Wolves menjelma menjadi tim yang sulit dikalahkan oleh Tottenham. The Lily Whites--julukan Tottenham-- empat kali kalah dari Wolves saat berstatus tuan rumah.

Wolves belum menang dalam dua pertandingan. Hasilnya, Wolves kalah dari Leeds United dan imbang melawan Fulham.

Tapi para penggemar Wolves mungkin akan antusias usai klub berhasil mengontrak gelandang Sporting Lisbon Matheus Nunes setelah sebelumnya mendatangkan Goncalo Guedes dari Valencia.

Sementara itu, Manajer Tottenham Antonio Conte berharap bisa terbebas dari larangan untuk mendampingi Tottenham di pinggir lapangan setelah perselisihannya dengan manajer Chelsea, Thomas Tuchel. Kedua manajer tersebut diganjar kartu merah setelah keributan saat laga usai.

"Kami harus menerima dan menghormati setiap keputusan. Tapi saya pikir terkadang situasi seperti ini bisa terjadi. Ini bukan pertama kalinya, ini bukan terakhir kalinya dua pelatih tidak berada di posisi yang tepat, cara yang benar atau tidak setuju. Tapi yang paling penting adalah kita saling menghormati. Dan bagi saya, situasinya selesai di sana," kata Conte. (Talksport/OL-4)

BERITA TERKAIT