18 August 2022, 10:12 WIB

Ryan Giggs Jadikan Rekor Disiplinnya di MU Sebagai Pembelaan


Basuki Eka Purnama |

MANTAN bintang Manchester United Ryan Giggs, yang tengah diadili karena menyerang dan mengendalikan mantan kekasihnya, Rabu (17/8), kepada pengadilan, mengatakan bahwa rekor disiplinnya yang hanya menerima satu kartu merah sepanjang 24 tahunnya berseragam Setan Merah membuktikan dia bukanlah orang yang kasar.

Menjadi saksi dalam persidangan hari kedua di Pengadilan Manchester, Giggs menangis kala mendeskripsikan bahwa bermalam di dalam penjara adalah pengalaman terburuk dalam hidupnya.

Giggs membantah melakukan serangan fisik terhadap mantan kekasihnya, Kate Greville, dan saudarinya, hampir dua tahun lalu.

Baca juga: Ryan Giggs Akui tidak Pernah Setia pada Pasangan

Dia juga membantah mengendalikan kehidupan Greville dalam hubungan asmara mereka.

Giggs mengklaim luka yang dialami Greville adalah kecelakaan setelah dia dan kedua Greville bersaudari berebut ponsel.

Namun, mantan pemain timnas Wales itu mengakui dirinya kemungkinan tidak sengaja memukul Greville dan saudarinya. Namun, dia menegaskan rekor disiplinnya sebagai pemain membuktikan bahwa dia bukanlah orang yang kasar.

Di pengadilan, Giggs menyebut telah menjadi bagian dari permainan sepak bola untuk dilecehkan secara verbal dan diprovokasi.

"Apakah ada dalam kesempatan itu Anda bereaksi dengan kekerasan menanggapi rpovokasi itu?" tanya kuasa hukum Giggs, Chris Daw.

"Tidak," jawab Giggs sembari menambahkan dirinya hanya pernah menerima satu kartu merah dari lebih dari 1.000 pertandingan yang dimainkannya.

Giggs ditangkap polisi di kediamannya pada November 2020 dan kemudian dibebaskan setelah membayar uang jaminan.

Dia membatah tuduhan melakukan kekerasan terhadap kekasihnya.

Sidang Giggs seharusnya digelar pada Januari namun tertunda akibat penumpukan kasus karena pandemi covid-19. (AFP/OL-1)
 

BERITA TERKAIT