18 August 2022, 09:46 WIB

Kiper PSS Ini Mengaku Bangga Pernah Jadi Paskibraka


Basuki Eka Purnama |

KIPER PSS Sleman Dimas Fani bangga pernah menjadi pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) pada peringatan HUT Kemerdekaan RI di tingkat daerah pada 2016 ketika masih menempuh jenjang pendidikan sekolah menengah atas (SMA).

Bagi Fani, menjadi anggota Paskibraka pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI adalah cita-citanya sejak kecil.

"Ketika kecil, saya mempunyai cita-cita menjadi Paskibraka karena dulu sering menonton pengibaran bendera saat 17-an di Alun-Alun Kabupaten Pati. Menurut saya, itu sangat keren dan saya ingin menjadi seperti itu," kata Fani, dikutip dari laman resmi klub, Rabu (17/8).

Baca juga: PSS Luncurkan Dua Jersey Baru Jelang Laga Kompetisi Liga I

Singkat cerita, ketika SMA, ada seleksi saat awal masuk SMA 2 Pati untuk menjadi petugas upacara pengibar bendera di sekolah dan Fani akhirnya lolos.

Setelah itu, Fani mendapatkan saran dari kakak kelasnya untuk masuk ke organisasi yang mewadahi pasukan baris-berbaris dan Tata Upacara Bendera (PBBTUB) yang bernama Hikamada (Himpunan Karana Muda Smandapa).

"Jadi, petugas upacara di setiap hari Senin di sekolah saya berasal dari organisasi itu. Setiap Minggu itu latihannya dua kali dan ada target untuk ikut lomba PBBTUB antarsekolah se-kabupaten Pati. Sekolahku ketika saya kelas sepuluh mendapat peringkat kedua," urainya.

Setelah satu tahun, kata Fani, ada seleksi untuk menjadi Paskibraka Kabupaten Pati, tepatnya pada Maret 2016, dengan seleksi fisik, seperti lari, push up, sit up, serta baris-berbaris, dan tes kesehatan dari mulai tinggi hingga berat badan.

Setelah melalui tahap seleksi, pemain asal Pati itu akhirnya lolos dan menjadi Paskibraka Kabupaten Pati dan harus menjalani latihan selama satu bulan penuh dari pagi hingga sore untuk mengibarkan bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2016 di Alun-Alun Kabupaten Pati.

"Alhamdulillah, saya menjadi Paskibraka Kabupaten Pati dan tampil ketika pengibaran serta penurunan bendera pada 17 Agustus tahun 2016. Alhamdulillah juga bisa membanggakan orangtua. Intinya senang karena cita-cita dari kecil tercapai dan menjadi kebanggaan tersendiri," kata Fani.

Lebih lanjut, Fani memaknai kemerdekaan sebagai pemain sepak bola dengan menjadi simbol semangat juang dan pantang menyerah.

"Saya sebagai pemain harus punya semangat juang 45 seperti para pahlawan. Apalagi saya masih muda, jadi harus mempunyai semangat yang lebih untuk menjadi lebih baik secara individu maupun secara tim," kata pemilik nomor punggung 1 tersebut. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT