10 August 2022, 20:25 WIB

Lukaku Bertekad Ulang Prestasi Bersama Inter Milan


Widhoroso |

ROMELU Lukaku termotivasi untuk meraih sukses di Inter Milan musim ini. Striker asal Belgia itu bertekad menebus 'mimpi buruknya' di Chelsea sepanjang musim 2021-2022.

Lukaku kembali ke Stamford Bridge dari Giuseppe Meazza musim panas lalu dengan transfer 98 juta pound. Tapi, ia gagal bersinar dan hanya mencatatkan delapan gol di Liga Primer Inggris dalam 26 penampilan.

Lukaku juga menodai hubungannya dengan suporter Chelsea gara-gara wawancara pertengahan musim yang kontroversial saat ia mengaku menyesal meninggalkan Inter. Pada Juni lalu, Lukaku mewujudkan keinginannya untuk kembali ke Nerazzurri dengan status pinjaman.

"Musim kegagalan di Chelsea memberi saya motivasi ekstra untuk melakukan yang lebih baik dari sebelumnya. Saya pikir dalam setahun orang-orang telah melupakan apa yang bisa saya lakukan di lapangan. Jadi semacam kemarahan dalam diri saya," kata pemain berusia 29 tahun itu.

Terlepas dari motivasi pribadi untuk membuktikan bahwa mereka yang meragukannya salah, Lukaku bersikeras bahwa dirinya tidak semata fokus mengejar prestasi pribadi musim ini. "Saya tidak peduli dengan pencetak gol terbanyak, saya hanya memikirkan scudetto. Kami di Inter Milan bermain untuk scudetto, bukan untuk penghargaan individu," tegasnya.

Lukaku mengungkapkan lebih lanjut mengenai keputusannya meninggalkan Inter Milan musim panas 2021, sebelum mengakui bahwa dirinya tidak lagi melihat punya masa depan di Chelsea. "Ketika saya pergi, saya berpikir untuk kembali bermain bersama Chelsea. Ketika saya masih muda, saya berada di Chelsea selama sebelas tahun dan saya ingin kembali menjadi protagonis," katanya.

"Setelah pertandingan terakhir saya mulai berpikir tentang situasi terbaik bagi saya. Musim bagi saya di Chelsea sulit dan saya pikir segalanya tidak akan membaik di masa depan, jadi saya memutuskan untuk kembali ke Inter Milan," imbuhnya.

Setelah bergabung dengan Inter Milan dari Manchester United pada musim panas 2019, Lukaku mencetak 34 gol di semua kompetisi. Namun saat itu, Inter Milan gagal meraih scudetto.

Segalanya menjadi lebih baik pada musim 2020-2021. Bomber Belgia itu sekali lagi terbukti produktif sambil meningkatkan pencapaian assistnya untuk membantu pasukan Antonio Conte mengakhiri penantian juara Serie A. (Goal/OL-15)

BERITA TERKAIT