06 August 2022, 07:30 WIB

Hiburan Rakyat Inggris di Tengah Resesi


Suryopratomo Pemerhati Sepak Bola |

TIRAI kompetisi sudah dibuka pekan lalu. Liverpool yang terpaut satu poin dari Manchester City untuk memenangi Liga Primer musim lalu memantik kembali persaingan baru di musim ini. Tim asuhan Juergen Klopp memperlihatkan kualitas mereka sebagai salah satu calon juara Liga Primer.

Kehadiran penyerang asal Uruguay Darwin Nunez memberikan pesan kuat bahwa Liverpool tidak mau tersandung lagi. Pemain yang ditarik dari Benfica dengan bayaran 85 juta pound sterling itu mengukuhkan keunggulan Liverpool atas Manchester City 3-1 pada pertandingan Community Shield pekan lalu.

Baik Klopp maupun Josep Guardiola sama-sama mencoba membangun tim yang lebih kuat dan segar. Apabila Klopp memilih mendatangkan Nunez untuk menggantikan Sadio Mane yang hijrah ke Bayern Muenchen, Guardiola memutuskan menarik penyerang asal Borussia Dortmund Erling Haaland untuk menggantikan Gabriel Jesus.

Dari serangkaian pertandingan pemanasan yang sudah dimainkan, Nunez menunjukkan kelasnya yang lebih baik daripada Haaland. Penyerang asal Uruguay berusia 23 tahun itu sudah menunjukkan sikap haus gol seperti yang diperlihatkan saat membela Benfica.

Musim kompetisi yang akan mulai bergulir Sabtu malam ini menjadi waktu pembuktian yang sesungguhnya. Apakah Liga Primer akan kembali menjadi ajang persaingan antara Manchester City dan Liverpool ataukah kesempatan bagi klub-klub lain untuk mengambil alih dominasi.

Manchester United yang ditangani pelatih baru Erik ten Hag sudah menyampaikan pesan bahwa mereka mulai berubah. Tottenham Hotspur di bawah Antonio Conte sejak musim lalu sudah menjelma kembali sebagai kekuatan yang perlu diperhitungkan. Kehadiran penyerang asal Brasil Richarlison dan center-back pinjaman dari Barcelona, Clement Lenglet semakin memperkukuh penampilan Spurs.

Arsenal sudah bersiap juga untuk “menembak” kembali. Kehadiran Gabriel Jesus mengubah wajah Arsenal menjadi lebih produktif. Kalau Mikel Arteta bisa membuat the Gunners yang lebih konsisten penampilannya, bukan mustahil Arsenal akan kembali ke tampuk juara.

 

Chelsea baru

Satu lagi klub yang bisa menembus dominasi Manchester City dan Liverpool ialah Chelsea. Thomas Tuchel musim lalu terguncang oleh konflik yang terjadi di Ukraina karena kepemilikan the Blues ikut menjadi goyah. Pengusaha Rusia Roman Abramovich dipaksa melepas kepemilikannya di Chelsea karena dianggap menjadi bagian Presiden Vladimir Putin yang memusuhi Barat.

Kemelut di dalam tubuh manajemen Chelsea merusak konsentrasi pemain. Beruntung the Blues masih mampu bertahan di posisi ketiga sehingga tetap bisa lolos ke Liga Champions.

Perubahan kepemilikan di Chelsea tidak bisa seperti membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan kapital yang besar untuk membuat kapal besar Chelsea tetap bisa berlayar. Tuchel kini bisa kembali berkonsentrasi menangani the Blues karena pengusaha kaya asal Amerika Serikat Todd Boehly resmi mengambil alih Chelsea.

Latar belakang Boehly yang dekat dengan dunia olahraga memudahkan Tuchel untuk membangun Chelsea yang baru. Boehly dikenal sebagai pemilik klub bisbol LA Dodgers dan klub basket LA Lakers dan LA Sparks. Ia mendukung pelatih asal Jerman untuk mendatangkan Raheem Sterling dan center-back asal Senegal Kalidou Koulibaly ke Stamford Bridge.

Kehadiran Koulibaly dianggap seimbang dengan perginya dua pemain belakang lama Chelsea Andreas Christensen dan Antonio Ruediger. Ia akan menjadi pendamping bagi pemain kawakan Thiago Silva atau pemain muda Ethan Ampadu.

Tuchel konsisten untuk bermain dengan pola 3-4-3, ia menempatkan tiga center-back di depan kiper Edouard Mendy. Pertahanan sayapnya dipercayakan kepada dua gelandang gantung yang biasa ditempati Reece James dan Marcus Alonso atau Ben Chilwell.

Kekuatan pola 3-4-3 Tuchel terletak pada double-six yang berperan menjaga keseimbangan tim, baik saat bertahan maupun ketika sedang menyerang. Chelsea beruntung memiliki tiga pemain yang mampu memainkan peran double-six secara baik, yakni N’Golo Kante, Jorginho, dan Mateo Kovacic.

Hadirnya Sterling di barisan depan menambah tajam gaya gempur Chelsea. Mantan pemain Manchester City langsung bisa padu dengan Mason Mount dan Kai Havertz sebagai trio penyerang.

Tuchel masih memiliki pilihan lain untuk penyerang karena masih ada Hakim Ziyech, Christian Pulisic, dan Timo Werner yang selalu mampu menjadi pengubah permainan. Ketiganya mampu menjadi pendobrak ketika Chelsea kesulitan menembus pertahanan lawan.

 

Diuji Everton

Wajah baru Chelsea langsung menghadapi ujian di pertandingan perdana Sabtu malam nanti. Cesar Azpilicueta dan kawan-kawan harus bertandang ke Goodison Park untuk bertemu Everton.

Pertemuan antara dua tim biru ini menarik karena ada Frank Lampard di Everton. Mantan bintang dan pelatih Chelsea itu sejak musim lalu diminta menyelamatkan the Toffees dari ancaman degradasi. Lampard mampu menjalankan tugas itu.

Everton merupakan salah satu dari enam klub Inggris yang tidak pernah terdegradasi dari Liga Premier. Lima klub lain yang selalu bertahan di kasta tertinggi Liga Inggris ialah Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester United, dan Spurs.

Malam ini Lampard bukan hanya ingin memulai perjalanan membawa Everton ke panggung juara, melainkan juga ingin menunjukkan klub asuhannya tidak kalah kualitasnya dari Chelsea. Hanya tantangan yang harus dihadapi tidak mudah karena ia harus kehilangan ujung tombak Richarlison yang pindah ke Spurs dan juga penyerang Dominic Calvert-Lewin yang harus absen karena cedera lutut.

Dalam posisi yang sulit, Lampard berharap Dele Alli bisa menjawab krisis penyerang yang dihadapi Everton. Pemain yang dibawa Lampard dari Spurs merupakan pemain yang cerdas, tetapi menurun penampilannya dalam beberapa musim terakhir.

"Kalau melihat prestasi yang terus menurun, tentu ada masalah yang sedang dia hadapi, bisa karena faktor fisik ataupun mental. Namun, saya senang ia mau berubah dan memperbaiki diri, apalagi teman-teman di tim juga mau membantu dia untuk kembali menemukan permainan terbaiknya," ujar Lampard.

Dengan terbatasnya penyerang yang dimiliki, Lampard memilih memperkuat lapangan tengah. Ia berpikir untuk menerapkan pola 3-5-2, agar pemain Chelsea tidak leluasa mengendalikan permainan. Center-back Yerry Mina diandalkan untuk menggalang barisan pertahanan, sedangkan Allan menjadi jenderal di lapangan tengah.

Kiper Jordan Pickford pasti harus bekerja keras mengamankan gawang. Apabila kiper andalan Inggris itu tampil dengan permainan terbaiknya, ia bukan hanya akan bisa membuat penyerang tamu frustrasi, melainkan juga memberi kepercayaan diri kepada pemain lain untuk bisa membuat kejutan pertama di awal musim kompetisi ini.

Di tengah kondisi ekonomi Inggris yang suram, Liga Premier sangat diharapkan bisa menjadi penghibur. Menteri Keuangan Inggris Nadhim Zahawi memperingatkan perjalanan terjal yang harus dihadapi Inggris ke depan. Tingkat inflasi di Inggris diperkirakan akan mencapai 13% pada kuartal IV dan dua tahun ke depan Inggris akan mengalami resesi, yakni pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi hingga 2024.

BERITA TERKAIT