13 July 2022, 17:21 WIB

Final Piala Presiden Mempertemukan Klub dengan Catatan Positif


Akmal Fauzi |

JUARA Piala Presiden 2022 akan lahir pada pekan ini, dengan laga yang mempertemukan Arema FC dan Borneo FC. Kedua tim dengan catatan positif sejak fase grup, sama-sama mengobarkan semangat pantang menyerah.

Final turnamen pramusim sejak 2015, akan digelar dalam dua leg. Singo Edan, yakni julukan Arema FC, akan menjadi tuan rumah di leg pertama yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Kamis (14/7). 

Sementara itu, leg kedua akan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (17/7) mendatang. Laga ini akan menjadi final ulangan Piala Presiden 2017. Saat itu, Arema FC meraih gelar juara Piala Presiden untuk pertama kalinya, setelah mengalahkan Borneo FC 5-1 di partai puncak. 

Baca juga: Madura United Lakukan Pemusatan Latihan di Fasilitas Baru

Arema kemudian mendominasi turnamen pramusim ini dengan kembali menjadi juara kedua kalinya pada 2019. Tahun ini, Singo Edan bertekad melanjutkan dominasi dengan meraih gelar ketiga turnamen pramusim, yang sejarahnya bertujuan kekosongan kompetisi karena sanksi FIFA pada 2015.

Diketahui, Arema yang menjadi tuan rumah Grup D, sempat terlihat kurang meyakinkan pada laga pertama. Singo Edan kalah 0-1 dari PSM Makassar. Dalam dua pertandingan berikutnya, Arema FC mampu meraih kemenangan, namun masih dianggap kurang memuaskan.

Arema FC baru tampil memuaskan di semifinal. Pada leg pertama di Stadion Jatidiri Semarang, Singo Edan menang 2-0 atas PSIS Semarang. Ditambah kemenangan 2-1 di leg kedua yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Arema lolos ke final Piala Presiden 2022 dengan agregat kemenangan 4-1.

Namun, Arema mampu mencatatkan sebagai tim yang hanya kemasukan dua gol sejak fase grup. Catatan itu sama dengan raihan Borneo FC. Tim Pesut Etam, yakni julukan Borneo, menjadi tim yang paling produktif dengan mencetak 14 gol. Sementara, Arema hanya mencetak enam gol.

Baca juga: Tantang Arema di Final, Borneo Bidik Trofi Piala Presiden

Di lain sisi, Borneo FC merupakan salah satu tim dengan barisan penyerangan yang cukup subur. Ketajaman lini penyerangan Borneo FC tidak bisa lepas dari kontribusi para strikernya. Stefano Lilipaly telah mencetak empat gol dan Matheus Pato mampu mencetak enam gol.

Ketajaman Pato, Lilipaly dan para penyerang Borneo lainnya bakal diuji oleh kokohnya pertahanan Arema. Kendati demikian, pelatih Borneo FC Milomir Seslija menilai tidak ada pemain yang menonjol di skuadnya, karena semua pemain Pesut Etam adalah bintang. 

Milo, sapaan akrabnya, menyatakan kemenangan itu merupakan keberhasilan semua pemain dalam menunjukkan sepak bola yang berkualitas. Dirinya menyadari laga final melawan Arema FC, akan menjadi pertandingan yang berat. Sebab, tim tersebut memiliki banyak pemain bintang dan tidak mudah dikalahkan.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT