11 July 2022, 21:51 WIB

Ortuseight Luncurkan Catalyst Meister, Sepatu Bola dengan Bahan Kulit Kanguru yang Ringan dan Kuat


Mediaindonesia.com |

PRODUSEN apparel olahraga lokal, Ortuseight meluncurkan Catalyst Meister. Sepatu sepak bola pertama yang merupakan produk edisi spesial dengan material full kangaroo leather. 

Product Development Manager Ortuseight Teguh Sarwoko mengatakan, banyak pemain sepak bola profesional yang lebih menyukai kulit kangguru daripada kulit sintetis, terbukti dari banyaknya pemain top yang disponsori oleh merek besar melakukan kolaborasi ketika sepatu yang diusung menggunakan bahan tersebut/

"Diketahui pula bahwa bahan utama baju balap contohnya, banyak menggunakan material kangaroo leather. Produsen racing suit unggulan menggunakan material utama K-Lea (Kangaroo Leather) karena kekuatan, elastisitas dan tekstur kulit kanguru yang memiliki kekuatan tinggi namun fleksibel," kata Teguh.

Hal itu dinilai lebih memudahkan para desainer untuk membuat pola baju balap. Bahan baku K-Lea juga tidak mudah robek karena pada irisan tertipisnya masih memiliki kelenturan dan kekuatan hingga 60% dibanding kulit sapi yang mencapai 4%. 

“Namun dengan segala kelebihannya, material K-Lea yang tersertifikasi juga kami pertimbangkan berulang kali karena harganya sangat tinggi di pasaran,” jelas Teguh.

Catalyst Meister mendapatkan inspirasi nama dari kata “maestro” atau meister yang berarti 'master' pada Bahasa Jerman, yang dakam dunia olahraga kata meister juga sering direferensikan penggunaannya pada kejuaraan nasional, eropa dan dunia. 

Ortuseight berharap pemberian nama itu berefek pada pemakainya agar menjadi master dan juara pada tiap titik perjuangan dilapangan.

Catalyst Meister Diciptakan dengan warna netral dengan gradien warna silver-gold, dominasi warna putih yang dipilih bukan tanpa alasan.

“Pemilihan warna putih untuk Catalyst Meister ini berdasarkan filosofi warna tersebut yang merupakan representasi kehadiran awal seluruh warna dasar, kemurnian dan kesempurnaan, karena Catalyst Meister digambarkan seperti "handcrafted" yang pula identik dengan simbolisasi kenyamanan ditutup sentuhan gradasi warna silver dan emas yang luks untuk memberi kesan eksklusif," ujar Octrisany Dwi Putra, Head of Product Design Ortuseight.

Catalyst Meister tersedia hanya sejumlah 888 pasang saja. Angka itu dipilih karena mempunyai arti yang sangat mendalam bagi Ortuseight dimana selain angka delapan secara literal merupakan bagian dari nama brand Ortus-Eight, selain itu pula angka ini dimaknai sebagai pembawa kebaikan yang tidak ada putusnya. 

Angka itu diharapkan juga  dapat membawa kesuksesan yang terus mengalir tanpa henti dan tidak berkesudahan. Bentuk tipografi angka delapan juga dianggap indah karena terjelma dari sebuah tarikan garis yang tak terputus dan konsisten, angka delapan tetap akan terlihat sama dilihat dari sudut manapun. 

Arti dari pemilihan nama sekaligus jumlah produksi ini diharapkan akan memberikan hasil akhir sebaik filosofi yang disandangnya.

Catalyst Meister dicoba pertama kali oleh Rizky Ridho Ramadhani yang bermain impresif selama event AFF 2020 di Singapura pada posisi bek tengah. Atlet kelahiran Surabaya, 21 November 2001 dengan tinggi 183 cm ini, menuturkan, sepatu terasa sangat nyaman dan tidak membutuhkan waktu lama untuk penyesuaian. 

“Sebelumnya (sepatu lain) butuh penyesuaian normal seperti sepatu-sepatu baru pada umumnya, kalau yang ini langsung saya pakai tidak masalah,” ujar Rizky Ridho. 

Sosok Rizki sukses dipanggil memperkuat Timnas Indonesia U-19 hingga menjadi kapten Piala AFF U-19 2019 di bawah asuhan pelatih Fakhri Husaini, Rizki juga menjadi salah satu pemain muda Persebaya Surabaya yang ikut serta membela Timnas U23 Indonesia di SEA Games 2021. 

Baca juga : PSSI Resmi Ajukan Protes Hasil Thailand vs Vietnam yang Diduga 'Main Mata'

Rizky mengakui Catalyst Meister sangat ringan, empuk dan tidak licin karena pull sepatu yang tinggi. 

“Semua pemain (bola) mungkin bisa nyoba dan merasakan bedanya seperti yang saya rasakan,” tutupnya. 

Catalyst Meister yang membutuhkan waktu kurang lebih delapan bulan dari proses ide konseptualisasi desain hingga menjadi final produk ini memang digadang cocok untuk digunakan oleh segala posisi di lapangan. Hal unik lain pada sepatu ini adalah terdapatnya quote bahasa latin disisi sepatu, Hoe Non Pereo Habebo Fortior Me yang jika diartikan secara general yaitu “What does not kill us will make us stronger” atau "Yang tidak membunuh kita pasti membuat kita lebih kuat".

Sementara highlight Ortuseight pada seri Catalyst Meister untuk sisi teknis terdapat pada bagian upper dimana disematkannya teknologi QuickFit yang terdapat di dalam sepatu dengan material pelapis dalam super lembut, bertujuan agar fitting sepatu pas dan langsung mengikuti bentuk kaki pemakai. 

Sepatu pun akan terasa langsung nyaman ketika digunakan, bahkan pada pemakaian pertama tanpa butuh penyesuaian terlebih dahulu. Ortuseight juga menyematkan teknologi Ort-Knit, yaitu material rajutan yang lentur dan lembut untuk memberikan kelenturan yang menyesuaikan bentuk kaki. 

Ort-Knit juga memberikan kenyamanan karena memiliki ventilasi untuk menciptakan sirkulasi udara yang baik. Teknologi Ort-Knit pada bagian upper Catalyst Meister dipadukan dengan teknologi OrtTrex, yaitu sistem pul/stud pada outsole yang dirancang secara khusus dan ditempatkan dengan seksama serta sistematis untuk memberikan traksi dan respon kepada
pemakainya agar dapat bermanuver dengan cepat. 

Sementara OrtSpine di outsole merupakan teknologi yang terletak pada bagian tengah outsole berfungsi untuk menjaga kekuatan dan bentuk dari outsole tersebut, sehingga tetap kuat namun fleksibel untuk menopang beban pemain yang memakainya. 

Ada pula OrtShox pada bagian sockliner dimana OrtShox adalah insole yang didesain sedemikian rupa dengan teknologi 3D molded untuk memberikan kenyamanan dan grip maksimal pada telapak kaki agar pemain dapat memberikan gerakan spontan yang tidak terduga.

Product Development Ortuseight menegaskan bahwa sifat dan bentuknya yang memberikan kenyamanan pada saat pemain melakukan perlawanan, contohnya seperti saat menendang bola, energi dapat didistribusikan secara merata di sekitar area benturan atau tumbukan. Hal ini menghindari retakan mikro pada serat yang dapat berkembang menjadi retakan pada kulit dalam jangka panjang. 

Material itu juga kuat secara daya tahan karena sifatnya yang seperti perisai, bagian atas kulit kanguru cenderung bertahan lebih lama dari pada yang sintetis. Pada sisi kekuatan dan bobot, berkat karakteristik molekuler yang prima, kulit kanguru tidak perlu dibelah untuk mengurangi ketebalannya seperti jenis kulit lainnya. Karena sifatnya yang secara alami tipis dan kuat, memungkinkan bagian atas kulit lebih tahan lama dan ringan. 

Catalyst Meister juga memiliki tailor-made feel, karena bahannya memiliki karakteristik menyerupai sekelompok serat tali kecil yang terjalin, K-Lea mengalami ekspansi halus di seluruh kontur di sekitar kaki. Jadi setelah beberapa kali digunakan, sepatu akan terasa seperti sepatu yang dibuat khusus. 

Terakhir, sifat kulit kangguru yang nol-interferensi, dimana lebih sedikit materi antara kulit kaki pemain dan kontak pada bola; yang membuat sensasi bermain menjadi lebih alami dan 'nyata' saat mengontrol bola.

Cataylst Meister dibanderol dengan harag Rp1.199.000 dengan warna White/Platinum, merupakan sepatu Ortuseight pertama dengan harga diatas satu juta dan sepatu pertama
bermaterial full K-Lea. 

Semua produk Ortuseight tersedia secara online di Official Store Ortuseight dan juga Official Distribution Channel Ortuseight di setiap kota seluruh Indonesia. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT