29 June 2022, 10:25 WIB

Jadi Tuan Rumah PD U20, Indonesia Konsisten Tidak Akui Israel


Cahya Mulyana |

ISRAEL dinyatakan lolos kualifikasi Piala Dunia U-20 2023 zona Eropa menemani Inggris, Prancis, Italia, dan satu tiket lain yang masih diperebutkan. Kabar lolosnya Israel ke Piala Dunia U-20 2023 langsung mendapatkan respon masyarakat Indonesia.

Anggota Komisi 1 DPR Sukamta menyebutkan bahwa kabar lolosnya Israel dalam Piala Dunia U-20 seperti petir di siang bolong. Sebab kabar itu mendorong pemenuhan kewajiban bagi pemerintah Indonesia selaku penyelenggara gelaran itu.

“Pertama Indonesia mendapatkan mandat dari federasi sepak bola internasional untuk menjadi penyelenggara Piala Dunia U-20 2023 tentu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," kata dia dalam keterangannya, Rabu (29/6).

Menurut dia kesuksesan penyelenggaraan hingga manfaat secara sosial, ekonomi dan sepak bola Indonesia. Berdasarkan hasil kualifikasi Israel lolos ke Piala Dunia U-20 2023 yang diplomatik Indonesia tidak memiliki hubungan dengan negara itu.

Baca Juga: FIFA: Piala Dunia U-20 di Indonesia Digelar Mei-Juni 2023

"Maka keikutsertaan Israel dalam Piala Dunia U-20 2023 bukan berarti Indonesia mengakui Israel. Kelolosan Israel berdasarkan aturan FIFA, Indonesia sebagai penyelenggara tidak bisa mencampuri aturan yang sudah ditetapkan tersebut," ujarnya.

Momentum keikutsertaan Israel di Piala Dunia U-20 2023 bisa dijadikan seruan kepada dunia bahwa masih ada ketidakdilan dalam hubungan kemanusiaan dan sepak bola. Ketika Rusia melakukan agresi ke Ukraina, FIFA memberikan sanksi kepada federasi sepak bola Rusia namun sikap berbeda dilakukan terhadap federasi sepak bola Israel.

Israel telah melakukan penjajahan terhadap negara Palestina namun federasi sepak bola Israel tidak mendapatkan atas tindakan negaranya. "Standar ganda FIFA ini harus terus kita suarakan ketika Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023," jelasnya.

Terkait dengan sanksi ini, tidak berarti Indonesia mendukung agresi Rusia ke Ukraina. Namun lebih pada mempertanyakan inkonsistensi sikap FIFA.

Wakil Ketua Fraksi PKS ini mengingatkan bahwa amanah UUD 1945 dan para pendiri bangsa bahwa penjajahan di muka bumi harus dihapuskan. "Lebih khusus lagi dukungan Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan Palestina adalah harga mati Palestina atas dukungan Palestina sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: PSSI Jamin Israel Bisa Main di Piala Dunia U-20

BERITA TERKAIT