23 June 2022, 10:30 WIB

Nakes yang Merawat Maradona akan Diadili


Basuki Eka Purnama |

DELAPAN tenaga kesehatan akan diadili atas tuduhan keteledoran yang menyebabkan kematian legenda sepak bola Argentina Diego Maradona. Hal itu terungkap dari data pengadilan yang dirilis Rabu (22/6).

Belum ada tanggal pasti sidang terkait kematian Maradona pada 2020, yang menurut jaksa digelar berdasarkan pengakuan perawat bahwa sang legenda sepak bola itu dibiarkan tanpa perawatan di kediamannya.

Madarona meninggal dunia di usia 60 tahun saat pemulihan usai menjalani operasi otak karena ada penggumpalan darah.

Baca juga: Jersey Tangan Tuhan Maradona Terjual Rp128,6 miliar

Dia ditemukan tewas di tempat tidurnya, dua pekan setelah dioperasi di sebuah rumah kontrakan di kawasan perumahan mewah di Buenos Aires.

Maradona dinyatakan meninggal dunia karena serangan jantung.

Panel 20 pakar kesehatan yang dikumpulkan oleh kejaksaan Argentina menyimpulkan bahwa kematian Maradona tidak wajar.

Panel itu menyebut Maradona memiliki peluang lebih besar bertahan hidup jika mendapatkan perawatan yang memadai di rumah sakit.

Para pakar itu menyebut para perawat Maradona membiarkan Maradona menderita hingga meninggal dunia.

Mereka yang akan diadili adalah dokter bedah syaraf Leopoldo Luque, psikiater Agustina Cosachov, psikolog Carlos Diaz, koordinator medis Nancy Forlini, dan empat orang lainnya, termasuk dua perawat.

Jaksa menyebut para terdakwa itu melakukan pembunuhan karena keteledoran. Jika dinyatakan bersalah, mereka terancam hukuman penjara antara delapan dan 25 tahun. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT