22 June 2022, 08:30 WIB

Rudiger Mengaku Sudah Lama Jatuh Cinta dengan Atmosfer Santiago Bernabeu


Basuki Eka Purnama |

BEK anyar Real Madrid Antonio Rudiger mengaku sudah kepincut dengan atmosfer stadion kandang klub La Liga itu, Santiago Bernabeu, sejak penampilan perdananya di sana, April lalu.

Pemain timnas Jerman tersebut, saat itu, masih berseragam Chelsea dan tampil di Santiago Bernabeu menantang Real Madrid di laga leg kedua perempat final Liga Champions.

Chelsea yang di leg pertama kalah 1-3 nyaris menciptakan remontada setelah unggul 3-0 atas Los Blancos sejak menit ke-75.

Baca juga: Tidak Bisa Gunakan Nomor 2, Rudiger Pilih Nomor 22 di Real Madrid

Alih-alih, Chelsea dan Rudiger menjadi korban kebangkitan gemilang Real Madrid, yang membalas melalui Rodrygo Goes demi memaksakan pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan, sebelum gol Karim Benzema memastikan tuan rumah melaju ke semifinal hingga belakangan menjadi juara.

"Itu sungguh pertandingan leg kedua intens dan spesial, pengalaman pertama saya bermain di Santiago Bernabeu," kata Rudiger dalam jumpa pers perkenalannya sebagai pemain Real Madrid, dikutip Rabu (22/6).

"Segalanya berjalan lancar bagi kami (Chelsea) tapi setelah gol ketiga, saya kaget bagaimana suporter tuan rumah menciptakan atmosfer yang teramat positif, itu sungguh luar biasa," tambahnya.

Di sisi lain, Rudiger mengaku dirinya tidak mengalami masalah berarti melakoni pertandingan tersebut meski namanya kala itu masih dirumorkan bakal merapat ke Real Madrid.

Terlebih, bek berusia 29 tahun tersebut mengaku bahwa kala itu dia belum mengambil keputusan soal masa depannya.

"Saat itu, saya masih belum yakin akan bergabung dengan Real, tapi apapun keadaannya itu tetap akan mudah sebab kami adalah atlet profesional dan elemen-elemen terkait kontrak semacam itu sudah sewajarnya tidak merembet ke dalam lapangan," ujar Rudiger.

Bek asal Jerman itu bergabung dengan Real Madrid dan menandatangani kontrak berdurasi empat tahun setelah berstatus tanpa klub menyusul berakhirnya kontraknya di Chelsea, akhir bulan ini.

Rudiger meninggalkan Chelsea setelah lima musim jadi pondasi utama pertahanan The Blues sejak bergabung dari AS Roma pada 2017 dan membantu klub London itu menjuarai Piala FA, Liga Champions, Liga Europa, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub.

Ia mencatatkan 54 penampilan di semua kompetisi untuk The Blues di musim terakhirnya dan seluruhnya selalu jadi bagian sebelas mula, jumlah terbanyak di antara semua pemain Chelsea.

Selama berada di Chelsea, ia membukukan 203 penampilan dan turut menyumbangkan 12 gol.

Kariernya di Chelsea turut membantu Rudiger memenangi 50 penampilan bersama timnas Jerman sejak melakoni debutnya di skuat senior pada 2014. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT