22 June 2022, 08:00 WIB

UEFA Bantah Tudingan Mendagri Prancis Soal Tiket Palsu Final Liga Champions


Basuki Eka Purnama |

SEORANG pejabat senior UEFA, Selasa (21/6), mengatakan dia tidak mempercayai klaim Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin yang menuding tiket palsu sebagai penyebab kerusuhan yang terjadi menjelang laga final Liga Champions antara Liverpool dan Real Madrid.

Selepas laga pada 28 Mei itu, Darmanin menuding sekitar 30 ribu hingga 40 ribu pendukung Liverpool datang ke Paris tanpa tiket atau dengan membawa tiket palsu.

Darmamin mengklaim hal itu sebagai penyebab kekacauan saat polisi menggiring pendukung ke lokasi pemeriksaan yang sempit dan membiarkan mereka berdiri di sekeliling stadion dan menyebabkan laga ditunda selama 30 menit.

Baca juga: UEFA Akhirnya Minta Maaf kepada Para Pendukung Akibat Kekacauan di Final Liga Champions

Martin Kallen, Direktur Jenderal Event UEFA, yang mengurus acara komersial badan sepak bola Eropa itu, dalam dengan pendapat di Senat Prancis, mengatakan, berdasarkan penyelidikan UEFA, jumlah tiket palsu yang beredar jauh lebih rendah dari tudingan Darmanin.

"Kami mendapatkan informasi ada 2.600 tiket palsu yang ditemukan di pintu masuk," ujar Kallen.

"Namun, faktanya, banyak pemegang tiket yang bahkan tidak mencapai pintu masuk. Seberapa banyak? Kami tidak tahu."

"Kami tidak mempercayai jumlah yang dikatakan menteri Prancis, yang menyebut sekitar 30 ribu hingga 40 ribu tiket palsu," lanjutnya.

Kallen kemudian menyebut ada banyak faktor yang menyebabkan kerusuhan, termasuk aksi polisi Prancis yang menembakkan gas air mata kepada para pendukung, termasuk perempuan dan anak-anak.

"Tiket bukanlah satu-satunya masalah yang ada. Ada pemogokan pekerja transportasi, kerja buruk dari steward dan polisi, serta aksi pendukung nakal di luar stadion," kata Kallen.

Sementara itu, Ted Morris, Ketua Asosiasi Pendukung Disabilitas Liverpool, mengungkapkan kemarahannya karena Darmanin mengklaim masalah kerusuhan di laga final Liga Champions itu bukan karena ketelodoran polisi Prancis dan malahan menyalahkan pendukung the Reds.

"Saya dan istri saya cinta Paris. Namun, Anda, Tuan Darmanin, Anda berbohong. Syaa meminta Anda mencabut tudingan Anda. Dan jika Anda masih memiliki rasa hormat, saya minta Anda mengundurkan diri," serunya. (AFP/OL-1)
 

BERITA TERKAIT