13 June 2022, 08:00 WIB

Belgia Izinkan De Bruyne Absen di Laga Liga Negara UEFA


Basuki Eka Purnama |

KEVIN De Bruyne menjadi satu dari tiga pemain timnas Belgia yang diizinkan meninggalkan skuat lebih awal dalam lanjutan Liga Negara UEFA 2022-23 setelah hasil imbang 1-1 melawan Wales, Minggu (12/6) dini hari WIB. Hal itu disampaikan pelatih Belgia Roberto Martinez.

Selain De Bruyne, Yannick Carrasco dan Thomas Meunier juga diizinkan absen membela Belgia dalam pertandingan terakhir dari jadwal empat laga mereka di Liga Negara Divisi A Grup 4 bulan ini, yakni lawatan ke Warsawa untuk menghadapi Polandia, Rabu (15/6) dini hari WIB.

"De Bruyne sudah cukup memberi, begitu pula Carrasco," kata Martinez, Minggu (12/6). "Meunier memainkan dua pertandingan berturut-turut dengan cepat setelah tidak bermain selama tiga bulan. Kami tidak bisa memaksa siapa pun."

Baca juga: Gol Larut Johnson Hindarkan Wales dari Kekalahan Kontra Belgia

Kendati De Bruyne menjadi salah satu pemain yang vokal melontarkan kritik terhadap kepadatan jadwal Liga Negara UEFA setelah ia menutup musim yang panjang bersama Manchester City. Ia mengaku senang dan bersedia apabila perlu melanjutkan penampilan melawan Polandia.

"Saya telah memainkan tiga pertandingan selama hampir 90 menit. Secara fisik saya baik-baik saja dan saya akan suka memainkan pertandingan terakhir melawan Polandia, tapi ini keputusan pelatih," katanya kepada wartawan.

De Bruyne pergi setelah Belgia membuang keunggulan di Cardiff dan membiarkan Wales menyamakan kedudukan pada menit ke-86.

"Sangat disayangkan tentang gol yang menyamakan kedudukan di akhir," tambah De Bruyne. "Kami memimpin pada awal babak kedua, namun kemudian kami lupa bermain sepak bola. Tapi dengan semua perubahan dalam tim, itu bukan penampilan terburuk."

"Kami kurang ritme dan semua pemain kelelahan, setelah memainkan banyak pertandingan," lanjutnya.

Martinez marah dengan gol Wales di akhir, yang dicetak Brennan Johnson dan sebelumnya dinyatakan offside namun kemudian disahkan setelah pemeriksaan VAR yang panjang.

"Keputusan yang mengejutkan," kata pelatih Belgia itu sembari menambahkan VAR salah membalikkan keputusan hakim garis.

"Garis-garisnya sepertinya tidak sejajar, asisten itu sepenuhnya benar. Kami dirampok," keluhnya kepada televisi VTM Belgia. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT