24 May 2022, 16:40 WIB

Ambisi Mourinho Persembahkan Trofi Eropa di Roma


Dhika kusuma winata |

FINAL Liga Konferensi Eropa akan menjadi palagan Jose Mourinho yang berambisi memboyong trofi Eropa pertama untuk AS Roma. Tak sekadar demi mencicipi juara di level Benua Biru, Mourinho juga berhasrat mengakhiri paceklik gelar klub ibu kota Italia itu yang terakhir kali memenangi Piala Coppa Italia dan Piala Super Italia musim 2007 dan 2008 silam.

Klub berjuluk Serigala Ibu Kota itu menghadapi Feyenoord di partai puncak yang digelar di Stadion Arena Kombetare, Tirana, Albania, Kamis (26/5) dini hari WIB.

Tuah sang special one bakal diuji di kompetisi kasta ketiga Eropa itu dengan rekam jejak juara di level tertinggi. Mourinho sudah mempersembahkan dua gelar Liga Champions masing-masing untuk Porto dan Inter Milan juga dua trofi Piala UEFA/Liga Europa bersama Porto dan Manchester United.

Mourinho punya rekor spesial belum pernah gagal di final Eropa dan kali ini menjadi kesempatannya melengkapi persembahan trofi setelah Liga Champions dan Liga Europa. Bagi I Giallorossi, capaian ini menjadi yang kedua kali sejak dua dekade lalu tampil di final Piala UEFA.

Meski bukan turnamen level teratas dan baru pertama kali diadakan, pelatih asal Portugal itu tetap menganggap Liga Konferensi sangat serius. Mourinho merasa status Roma sebagai klub besar Italia belum sepadan dengan isi lemari trofi yang masih minim.

"Liga Konferensi adalah Liga Champions kami. Ini adalah level kami saat ini, kompetisi yang kami perjuangkan. Klub pernah belum mencapai pertandingan seperti ini dalam waktu yang sangat lama," ucapnya.

"Final harus diperlakukan sebagai pertandingan satu kali yang membawa tekanan, ketegangan, dan rasa tanggung jawab. Kami hanya harus fokus pada final dan lawan yang kami hadapi, lupakan sejarah Roma saat ini. Akan luar biasa jika bisa menang untuk kota, klub, dan kita semua," imbuhnya.

Baca juga: Mbappe Mengaku Sadar Telah Kecewakan Real Madrid

Roma diperkirakan akan tampil tanpa beban karena mereka sudah mengamankan tiket ke Liga Europa musim depan berbekal finis urutan keenam di Seri A Italia. Para pemain pun mengakui Mourinho mampu membawa kepercayaan diri lebih bagi tim sepanjang musim ini.

"Sangat menyenangkan bekerja dengan Mourinho, tanpa keraguan semua yang kami lakukan dan semua yang kami perjuangkan adalah untuk menang, Itulah sebabnya kami berhasil mencapai final Eropa. Saya berada di final Eropa untuk pertama kalinya di level klub," ungkap kiper Roma, Rui Patricio.

Feyenoord yang mengandalkan permainan menyerang dengan penguasaan bola akan menjadi lawan tangguh bagi Roma. Mereka juga sudah menyegel tiket Liga Europa setelah finis peringkat ketiga di Liga Eredivise Belanda. Feyenoord punya modal lebih mentereng dengan trofi Piala Champions Eropa pada 1970 dan dua kali Piala UEFA pada 1974 dan 2002.

Sepanjang turnamen Liga Konferensi ini, rekor Feyenoord lebih apik dengan delapan kemenangan dan empat kali imbang. Adapun Roma mengoleksi tujuh kemenangan, tiga kali kalah, dan dua kali seri. Catatan pertemuan keduanya juga berpihak ke kubu Rotterdam yang pernah menaklukkan I Giallorossi 3-2 agregat pada babak 32 besar Liga Europa musim 2014/2015.

Pelatih Feyenoord, Arne Slot, mengakui faktor Mourinho akan membuat pertarungan kali ini berbeda. Mourinho dinilainya sebagai spesialis final mengandalkan ketahanan daya juang para pemainnya. Feyenoord pun akan mengandalkan strategi menyerang yang agresif dan intensitas tinggi.

"CV-nya membuat Anda waspada terhadap timnya. Mourinho dikenal karena memenangi banyak final," ucapnya.

"Kami adalah tim yang berpikiran menyerang yang suka menguasai banyak bola dan kami bermain intensitas tinggi. Saat kami tidak menguasai bola, kami ingin merebutnya kembali secepat mungkin dengan agresif dan menekan untuk merebut kembali penguasaan bola," imbuh Arne Slot.(OL-4)

BERITA TERKAIT