21 May 2022, 18:15 WIB

Tak Bisa Turunkan Skuad Terbaik, Garuda Muda Tetap Optimistis Tumbangkan Harimau Malaya


Akmal Fauzi | Sepak Bola

TIM nasional Indonesia U-23 harus menuntaskan perjuangan di SEA Games 2021 Vietnam meskipun hanya untuk berjuang meraih medali perunggu melawan Malaysia, Minggu (22/5). Kemenangan bisa mengangkat moral pemain yang kembali harus puasa medali emas sejak 1991. 

Berlaga di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, skuad Garuda Muda dalam kondisi pincang. Rachmat Irianto, Firza Andika, dan Ricky Kambuaya akan absen karena harus menjalani sanksi kartu merah yang didapat saat menghadapi Thailand di semi final. Sementara, Egy Maulana Vikri juga harus absen karena cedera. 

"Memang situasi seperti ini banyak memengaruhi. Apalagi di awal turnamen kuota 20 pemain tidak bisa terisi. Kami hanya memiliki 18 pemain untuk menghadapi SEA Games 2021," kata pelatih tim nasional Indonesia U-23, Shin Tae-yong saat konferensi pers jelang laga di Hanoi, Sabtu (21/5). 

Meski sulit menentukan skuad pemain yang diturunkan, Shin mengatakan, para pemain tetap berjuang agar bisa mengamankan medali perunggu. Kabar baiknya, Asnawi Mangkualam yang sebelumnya absen di laga melawan Thailand karena akumulasi kartu kuning kembali bisa diturunkan. 

"Ada proses yang baik dan kemauan pemain sangat baik. Jadi, pastinya kami bisa melewati situasi sulit seperti ini dengan baik," kata pelatih asal Korea Selatan itu. 

Baca juga : Takut Diteror Pendukung Setan Merah, Pogba Batal Membelot ke Manchester City

Shin menjelaskan, Malaysia adalah tim yang baik dan sulit diprediksi. Apalagi, ini merupakan pertama kalinya kedua tim bertemu di SEA Games 2021 Vietnam karena berada di grup yang berbeda. 

"Malaysia tim yang susah untuk diprediksi. Mereka bermain sangat bagus. Saya percaya mereka sudah melakukan persiapan yang baik untuk pertandingan besok, dan kami juga bersiap dengan baik," kata Shin. 

Sementara itu, pelatih timnas Malaysia U-23, Brad Maloney mengatakan, meskipun Indonesia tidak bisa menurunkan skuad terbaiknya, dia tetap waspada dengan kekuatan Asnawai Mangkualam dan kawan-kawan. 

"Indonesia punya skuad yang mendalam dan punya banyak opsi serangan. Mereka lawan yang tangguh. Kami butuh banyak solusi dan strategi untuk meraih hasil terbaik," kata Brad Maloney. 

Pelatih asal Australia itu tetap bangga kepada pemainnya meskipun gagal meraih medali emas. "Saya sangat bangga dengan apa yang telah dilakukan para pemain saya. Kami mampu mengakhiri turnamen dengan kepala tegak karena mendapat lawan yang lebih kuat," jelasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT