18 May 2022, 07:15 WIB

Dituding Homofobia, Gueye dapat Dukungan dari Presiden Senegal


Basuki Eka Purnama |

PRESIDEN Senegal Macky Sall, Selasa (17/5), mencicitkan dukungan kepada pemain Paris Saint-Germain Idrissa Gana Gueye, yang dituding homofobia.

"Saya mendukung penuh Gana Gueye. Kepercayaan agamanya harus dihargai," cicit Sall.

Gelandang timnas Senegal itu absen membela PSG di laga Ligue 1 melawan Montpellier, Sabtu (14/5), saat para pemain mengenakan jersey pelangi sebagai dukungan untuk gerakan LGBTQ.

Baca juga: PSG Rugi Rp3,5 Triliun Musim 2021-2022

Pelatih PSG Mauricio Pochettino menyebut Gana Gueye absen karena alasan pribadi, bukan cedera.

Pernyataan Pochettino itu menyebakan stasiun radio RMC menuding Gana Gueye sengaja tidak tampil di laga itu agar tidak harus mengenakan jersey pelangi itu.

Gueye juga absen dalam laga pada tahun lalu di hari yang didedikasikan sebagai perlawanan terhadap homofobia.

Gana Gueye adalah pemain pujaan di Senegal. Dia merupakan bagian dati timnas yang mempersembahkan gelar Piala Afrika pertama untuk Senegal, Februari lalu.

Di Senegal, yang 95% populasinya beragam Islam, homoseksualitas dianggap sebagai penyimpangan. Pelaku homoseksualitas bisa dipenjara antara satu hingga lima tahun.

Dukungan pun mnegalir bagi Gueye di media sosial dari berbagai pihak termasuk dari tokoh politik, seniman, dan olahraga.

Menteri Olahraga Senegal Matar Ba, dalam sebuah pernyataan resmi, Senin (16/5) malam, mengatakan, "Saat Anda bergabung dengan sebuah klub, tugas Anda adalah bermain sepak bola, bukan mempromosikan hal yang bertentangan dengan kepercayaan Anda."

Mantan Perdana Menteri Senegal Mahammed Boun Abdallah Dionne juga memberikan dukungan untuk Gueye.

"Bertahanlah, Gainde," cicitnya, menggunakan bahasa Wolof untuk singa, julukan bagi timnas Senegal.

Boubacar Boris Diop, penulis yang memenangkan penghargaan Neustadt International Prize for Literature mencicitkan solidaritas total untuk Idrissa Gana Gueye.

Gueye sendiri belum mengungkapkan alasan sebenarnya dia absen dalam laga tersebut. Meski begitu aktivis antihomofobia menyebut alasan sang pemain sudah sangat jelas.

"Dia melakukan hal yang sama pada tahun lalu," ujar Bentrand Lambert, presiden Panam Boyz and Girlz United, klub sepak bola di Paris yang fokusn pada inklusivitas dan diversitas. "Alasannya sudah sangat jelas."

Tahun lalu, Gueye beralasan sakit perut sehingga tidak bisa tampil. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT