11 May 2022, 05:31 WIB

La Liga Bukukan Kerugian Rp13,6 Triliun di Musim 2020/21


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

LA Liga melaporkan kerugian sebesar 892 juta euro untuk musim 2020-21, yang dihantam pandemi covid-19, dengan Barcelona mengantongi separuh dari kerugian itu. Hal itu terungkap dalam data yang dirilis La Liga, Selasa (10/5).

Barcelona bertanggung jawab atas 56% dari kerugian net sebelum pajak La Liga pada musim ini saat klub-klub Spanyol menderita konsekuensi finansial dari laga yang digelar tanpa penonton.

Minimnya aktivitas transfer, jadwal televisi yang padat, dan menurunnya pemasukan iklan juga berperan dalam kerugian yang dialami La Liga.

Baca juga: Penalti Carasco Pastikan Atletico Menang di Derbi Madrid

Klub La Liga membukukan pemasukan total sebesar 3,818 miliar euro untuk musim 2020/21, yang mewakili 24,1% penurunan dari musim 2019/20, yang juga terhantam pandemi covid-19 namun hanya selama beberapa bulan.

Pemasukan di hari pertandingan dan penjualan pemain menurun 53% dan 52% pada musim 2020/21.

Ini merupakan kali pertama La Liga mengalami kerugian sejak musim 2012. Meski begitu La Liga optimistis akang bangkit dalam dua musim ke depan.

Kerugian La Liga diperparah oleh kondisi keuangan buruk Barcelona, yang berujung pada mundurnya Presiden Josep Maria Bartomeu pada Oktober 2019 dan hengkangnya Lionel Messi secara bebas tranfer pada Agustus tahun lalu.

Pengganti Bartomeu, Joan Laporta, September lalu, mengungkapkan Barcelona memiliki utang sebesar 1,35 miliar euro dan gaji mencakup 103% dari total pengeluaran klub.

Barcelona, sejauh ini, menolak menandatangani kontrak yang telah disepakati La Liga dengan perusahaan dana ekuaitas CVC, yang akan menginvestasikan sebesar hampir 2 miliar euro ke sepak bola Spanyol dan klub, dengan imbalan 8,2% saham di perusahaan yang akan mengelola hak siar La Liga selama 50 tahun ke depan.

Lima klub telah menolak kesepakatan itu, termasuk Barcelona dan Real Madrid. (AFP/OL-1)
 

BERITA TERKAIT