01 May 2022, 05:23 WIB

Kalahkan Watford, Burnley Buka Peluang Bertahan di Liga Primer Inggris


Basuki Eka Purnama |

BURNLEY bangkit dari ketertinggalan 0-1 di 10 menit terakhir laga untuk meraih kemenangan 2-1 di kandang Watford, Sabtu (30/4), untuk keluar dari posisi tiga terbawah klasemen dan membuka peluang bertahan di Liga Primer Inggris.

Kemenangan di Vicarage Road, yang memastikan Norwich terdegradasi dari Liga Primer Inggris, membuat the Clarets unggul lima poin dari zona degradasi dan mendorong Everton ke posisi tiga dari dasar klasemen.

Gol bunuh diri James Tarkowski membuat Watford memimpin hingga menit ke-83 saat Jack Cork membawa Burnley menyamakan kedudukan lewat sundulannya.

Baca juga: Hajar Leeds, City Kembali ke Puncak Klasemen

Beberapa menit kemudian, gol yang dicetak Josh Brownhill membawa tim tamu berbalik unggul.

Kemenangan atas Watford menjadi kelanjutan dari kebangkitan Burnley di bawah kendali Mike Jackson. Jackson ditunjuk sebagai pelatih interim setelah the Clarets memecat Sean Dyche, delapan laga sebelum kompetisi usai dan Bunrley terpaut empat poin dari zona aman.

"Kami sangat puas dengan hasil ini dan penampilan di babak kedua. Penampilan kami di babak pertama tidak sesuai dengan harapan," ujar Jackson.

"Kami menyadari di kedudukan 1-0 para penonton sangat tegang dan jika kami bisa merebut penguasaan bola, kami bisa membalikkan keadaan," lanjutnya.

Jackson, yang membawa Burnley emraih 10 poin di empat laga yang dipimpinnya, menambahkan, "Laga-laga ini penuh emosi karena tingginya tekanan yang ada. Saya puas dengan performa anak-anak yang bisa meraih kemenangan."

"Saya hanya mengingatkan mengenai siapa kita, apa yang bisa kami lakukan," tegasnya.

Adapun Watford kini terpaut 12 poin dari zona aman. The Hornets harus memenangkan sisa laga mereka dengan selisih gol besar sembari berharap hasil lain mengundurkan mereka agar bisa bertahan di Liga Primer Inggris.

Asisten pelatih Watford Ray Lewington mengatakan timnya membayar mahal upaya mereka mempertahankan keunggulan.

"Karena kami lama tidak meraih kemenangan, ada rasa takut pada para pemain. Mereka berusaha melindungi keunggulan yang diraih di awal laga. Saat mereka melihat jam dan waktu yang tersisa 15-20 menit, mereka memilih bertahan total," ungkapnya. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT