30 April 2022, 07:25 WIB

Satu Dekade Bayern dan Klopp


Suryopratomo Pemerhati Sepak bola |

DALAM dunia yang bergerak begitu cepat, waktu menjadi faktor pengubah. Siapa yang mampu mengendalikan waktu, dialah yang berhasil. Apalagi kalau mampu bertahan di puncak selama satu dekade, itu sebuah keistimewaan.

Itulah yang patut diapresiasi atas pencapaian yang diraih klub raksasa Jerman Bayern Muenchen dan pelatih asal Jerman Juergen Klopp. Bayern pekan lalu memastikan untuk menjadi juara Bundesliga 10 kali berturut-turut setelah mengandaskan lawan terberatnya Borussia Dortmund 3-1.

Kemenangan itu membawa FC Hollywood unggul 12 poin atas Dortmund dan tidak mungkin akan terkejar lagi. Dengan tiga pertandingan yang tersisa, pupus harapan Dortmund untuk mematahkan dominasi Bayern dalam satu dekade terakhir ini.

Sementara itu, Klopp yang sukses membangun kembali kebesaran Liverpool, mendapat kepercayaan untuk melanjutkan kepemimpinannya hingga 2026. Pemilik The Kop merasa puas dengan prestasi yang ditorehkan Klopp sejak 2015, yakni Liverpool kembali menjadi raksasa sepak bola terbukti dengan berhasil memenangi Liga Premier, Liga Champions, dan Juara Antarklub Dunia.

“Saya sulit untuk menjelaskan besarnya kontribusi Juergen kepada Liverpool, tetapi keputusan kami untuk memperpanjang kontrak dengan Juergen sudah mengatakan dengan sendirinya,” kata Pemilik Fenway Sports Group, Mike Gordon.

“Atas nama dua partner saya, John dan Tom Werner, saya ingin mengatakan, Juergen merupakan sosok yang tepat untuk memodernisasi Liverpool. Dia merupakan pemimpin yang luar biasa, baik di dalam maupun di luar lapangan,'' ujar Gordon.

''Kini kami bisa memiliki tim yang hebat, tim pelatih yang luar biasa, manajemen sepak bola yang berkelas dunia, dan staf pendukung yang brilian. Kami bersyukur memiliki orang-orang yang luar biasa,” tambah Gordon menjelaskan alasan perpanjangan kontrak Klopp.

Dua asisten pelatih Klopp, Pep Lijnders dan Pete Krawietz, juga diperpanjang kontraknya. Mereka akan mendampingi Klopp sampai 2026. Artinya, penanganan Liverpool di tangan pelatih asal Jerman itu akan melewati satu dekade.

 

Final ketiga 

Pilihan Liverpool untuk mempertahankan Klopp sebuah keputusan yang tepat. Pelatih asal Jerman itu merupakan pelatih yang memiliki karakter kuat. Ia selalu membangun tim dengan konsep yang jelas dan telaten dalam membimbing anak-anak asuhnya agar paham permainan yang ia inginkan.

Saat menangani Dortmund, Klopp merupakan pelatih yang mampu mematahkan dominasi Bayern. Tidak tanggung-tanggung dua kali ia mampu membawa klub ‘Kuning-Hitam’ itu menjuarai Bundesliga 2011 dan 2012.

Banyak bintang yang ia lahirkan dari Dortmund, salah satunya Robert Lewandowski. Ketajaman penyerang asal Polandia itu yang membuat Bayern kemudian menariknya dan Lewandowski menjadi salah satu yang ikut membawa Die Roten kini berjaya selama satu dekade.

Ketika pada 2015 diminta menangani Liverpool, Klopp meminta waktu lima tahun untuk membangun the Reds yang tangguh. Ia benar-benar memenuhi janjinya untuk membuat Liverpool kembali menjadi klub yang disegani seperti ‘Tim Merah’ yang begitu ditakuti sebelum Tragedi Heysel 29 Mei 1985.

Ketajaman untuk melihat potensi pemain, menyuntikkan kepercayaan diri, dan memadukan mereka ke dalam sebuah tim ialah kelebihan lain dari Klopp. Ia mampu melihat potensi yang ada pada diri Mohamed Salah, Sadio Mane, Roberto Firmino, Fabinho, Virgil van Dijk, Alisson Becker, dan menjadikan mereka menjadi tim yang kompak. Hasilnya, pelatih asal Jerman itu bisa membuat Liverpool mencatat banyak prestasi besar. Salah satunya membalikkan ketinggalan 0-3 dengan menang 4-0 dari klub sekelas Barcelona di ajang paling bergengsi, Liga Champions.

Setelah puncak prestasi terlewati, Klopp mampu membuat transformasi kedua di tubuh Liverpool. Kehadiran penyerang sayap asal Kolombia Luis Diaz dan playmaker Thiago Alcantara membuat Liverpool menemukan kembali irama permainan terbaik mereka.

Gelar pertama pada musim ini mampu Liverpool raih dengan memenangi Piala Carabao. Keberhasilan untuk menyingkirkan Manchester City membawa the Reds tampil di final Piala FA pada 29 Mei mendatang. Pekan depan, Van Dijk dan kawan-kawan mengincar final ketiga Liga Champions di bawah kepemimpinan Klopp.

Kemenangan 2-0 atas Villareal menjadi modal yang cukup bagi Liverpool untuk kembali tampil pada pertandingan puncak Liga Champions dalam tujuh tahun terakhir. Bahkan, mereka masih memiliki peluang untuk mencetak kuadrupel merebut empat gelar pada musim ini.

Liverpool terus menekan Manchester City dalam pertarungan merebut juara Liga Primer. Kemenangan malam ini atas Newcastle akan membawa ‘Tim Merah’ untuk sementara menggeser posisi the Citizen di puncak klasemen. Ini tentu akan memberi tekanan kepada tim asuhan Pep Guardiola yang baru akan bertanding pada Minggu menghadapi Leeds United.

Mental juara yang dimiliki Liverpool merupakan ancaman terbesar bagi Manchester City. Pekan lalu Klopp mampu menerapkan sebuah strategi yang tepat untuk bisa lepas dari tekanan tetangganya, Everton, dalam pertandingan yang penuh dengan emosi.

Taktik ‘parkir bus’ dan permainan yang penuh intimidasi dari para pemain Everton mampu dilewati tim asuhan Klopp. Dua gol dari Mane dan pemain pengganti Dovick Origi cukup untuk membuat Manchester City pantas khawatir bisa dikudeta oleh Liverpool.

 

Setelah satu dekade

Di Stadion Allianz, pesta bir tidak tertahankan setelah Bayern Muenchen menorehkan salah satu sejarah besar mereka untuk mendominasi Bundesliga. Untuk pertama kali ada klub yang bisa 10 kali berturut-turut memenangi kompetisi paling bergengsi di Jerman.

Pelatih Julian Nagelsmann merupakan orang yang paling bergembira karena untuk pertama kalinya ia mampu membawa tim asuhannya ke jenjang juara. Nagelsmann menjadi pelatih kedua termuda setelah Matthias Sammer yang bisa membawa tim asuhannya menjadi juara.

Hanya, kesuksesan kali ini diliputi oleh masa depan yang belum jelas. Regenerasi yang akan terjadi di Bayern masih menjadi tanda tanya. Apalagi setelah para pemain andalan pensiun atau pindah klub.

Lewandowski yang akan berakhir kontraknya pada tahun depan kemungkinan akan dilepas. Barcelona mengincar kapten kesebelasan Polandia itu. Meski sudah semakin berumur, ketajaman Lewandowski tidak berkurang. Pada musim kali ini, ia sudah mencetak 33 gol untuk Bayern.

Dua pemain lain yang juga akan segera pensiun ialah kapten kesebelasan Manuel Neuer dan Thomas Mueller. Neuer merupakan kiper andalan Bayern dan Die Mannschaft, Jerman. Pada 27 Maret lalu, ia memasuki usia 36 tahun. Mueller yang menjadi pengumpan bola terbaik, pada 13 September nanti akan memasuki usia 33 tahun.

Bayern memang memiliki bintang-bintang muda, seperti Sergei Gnabry, Leroy Sane, dan Jamal Musiala. Tantangannya terletak pada kemampuan Nagelsmann untuk membangun tim baru yang bisa diandalkan dan mampu bersaing bukan hanya di ajang Bundesliga, melainkan juga Liga Champions.

Kekalahan dari Villarreal pada perempat final Liga Champios musim ini menunjukkan bahwa kemampuan Nagelsmann untuk tampil di ajang lebih tinggi masih perlu ditingkatkan. Bayern perlu berbenah apabila ingin kembali dilihat sebagai raksasa sepak bola yang pantas disegani. Satu dekade lalu sudah menjadi sejarah, kini satu dekade baru menjadi tantangan.

 

BERITA TERKAIT