05 April 2022, 04:48 WIB

Fokus The Blues Kembali Diuji


Akmal Fauzi |

MANAJER Chelsea Thomas Tuchel telah melupakan kekalahan menyakitkan dari Brentford 1-4 di Liga Premier akhir pekan lalu. Mereka akan bangkit sekaligus membuka peluang mempertahankan gelar Liga Champions saat menghadapi Real Madrid di leg pertama perempat final, Kamis (7/4) dini hari WIB.

Setelah beberapa minggu yang sulit bagi Chelsea di luar lapangan karena persoalan kepemilikan Roman Abramovich, The Blues--julukan Chelsea-- berhasil tetap fokus dan memenangkan enam bertandingan berturut-turut selama Maret.

Namun, memasuki April, rentetan hasil positif itu putus oleh Brentford. Mereka akan kembali diuji di leg pertama melawan Real Madrid di Stamford Bridge.

The Blues bertujuan untuk mengalahkan Los Blancos--julukan Madrid--untuk tahun kedua berturut-turut. Musim lalu, Chelsea berhasil keluar sebagai pemenang dengan agregat 3-1 di semifinal dan berhasil keluar sebagai juara Liga Champions setelah mengalahkan Manchester City.

Tuchel mengungkap akan mengembalikan mental pemain Chelsea, sembari meramu taktik untuk mengalahkan Real Madrid.

"Cukup sulit, karena kami baru saja mengalami kekalahan besar. Saya tak melihat para pemain terpengaruh, sehingga saya akan mencari cara melawan Real Madrid,” kata Tuchel.

"Kami menangani masalah kami dan saya tidak terlalu banyak membaca hasil pertandingan lain, karena itu tidak ada hubungannya dengan pertandingan nanti (melawan Madrid)," imbuhnya.

Pelatih asal Jerman itu pun mengaku menghadapi Real Madrid akan menjadi satu diantara laga yang sulit.

"Kami tahu apa yang akan terjadi. Ini akan menjadi pertandingan yang menarik dan tantangan yang sulit," tutur Tuchel.

Baca juga:  Abaikan Tawaran PSG, Kante Pilih Bertahan Di Chelsea

Tuchel menegaskan, tak akan melakukan perubahan formasi pascakekalahan melawa Brentford. Menurutnya, Chelsea berada dalam momen menghadapi lawan-lawan tangguh, terlepas tim besar atau tidak.

"Kami tidak membutuhkan hal-hal khusus sekarang. Kami perlu mengandalkan hal-hal dan kepercayaan yang telah kami bangun sepanjang musim dan tahun ini," ungkapnya.

Posisi Kai Havertz yang sempat disorot karena membuang peluang emas saat kalah atas Brentford di lini depan Chelsea akan dipertahankan.

"Saya merasa dia pemain terkuat kami. Saya pikir dia bekerja seperti binatang dan sangat berbahaya. Saya sangat senang dengan penampilannya," tukas Tuchel.

Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, pun memberi peringatan kepada timnya menghadapi Chelsea. Courtois pernah bermain di sana, sebelum berlabuh ke Real Madrid pada 2018. Courtois menegaskan, Madrid tidak boleh kalah dalam hal intensitas permainan.

"Menang sangat penting. Kami kekurangan intensitas di waktu-waktu tertentu dan Chelsea sangat bagus dalam hal itu," kata Courtouis.

Courtois tak mau kekalahan musim lalu terulang. Penjaga gawang asal Belgia itu menegaskan timnya akan berupaya penuh meraih kemenangan.

"Bagi kami, ini adalah balas dendam setelah apa yang terjadi tahun lalu. Kami memiliki pemain, keinginan dan motivasi untuk mencapai tujuan,” imbuh Courtois.

Sementara itu, Madrid terancam tak didampingi pelatih Carlo Ancelotti di laga itu. Ancelotti dinyatakan positif Covid-19 pada Rabu (30/3) menjelang Los Blancos berhadapan dengan Celta Vigo pada Sabtu (2/4) yang berakhir dengan kemenangan Madrid 2-1.

Ancelotti dikabarkan kembali mendapatkan hasil positif setelah melakukan tes pada Minggu (3/4). Akan tetapi, saat ini kondisi Don Carlo dikabarkan sudah lebih baik.

Jika terus membaik, pelatih berusia 62 tahun itu akan kembali menjalani tes sebelum Real Madrid berangkat ke London.(Dailymail/Footballespana/OL-5)

BERITA TERKAIT