02 April 2022, 12:00 WIB

Rusia Pertimbangkan Tinggalkan UEFA dan Bergabung dengan AFC


Basuki Eka Purnama |

FEDERASI Sepak Bola Rusia dikabarkan berencana keluar dari Badan Sepak Bola Eropa, UEFA, dan bergabung dengan Konfederasi Sepak Bola Asia, AFC, sebagai buntut dari sanksi bertubi-tubi yang mereka terima terkait invansi ke Ukraina.

Selain UEFA, sanksi juga dijatuhkan oleh otoritas sepak bola dunia, FIFA, tetapi rencana kepindahan Rusia ke AFC juga masih bergantung restu dari kedua organisasi tersebut.

Aturan yang berlaku mengatur agar Rusia harus terlebih dulu mengajukan pengunduran diri dari UEFA, lantas setelah mendapat persetujuan dari FIFA, mereka baru kemudian bisa mendaftarkan diri sebagai anggota baru AFC.

Baca juga: CAS Tolak Banding Klub Rusia terhadap Skorsing UEFA

UEFA dan FIFA sepakat melarang timnas Rusia tampil di Piala Dunia 2022 Qatar, termasuk dianulirnya status mereka di fase playoff kualifikasi zona Eropa, yang seharusnya mereka bertemu Polandia di babak semifinal Jalur B.

Pun apabila UEFA dan FIFA tidak menjatuhkan hukuman, sejak Presiden Vladimir Putin mengerahkan tentara Rusia menginvasi Ukraina, bulan lalu, Polandia, Swedia, dan Rep Ceko, yang berada di playoff Jalur B langsung kompak menyatakan tidak bersedia bertanding menghadapi 'Negeri Beruang Merah' itu.

Sanksi juga dirasakan di level klub, dengan Spartak Moskow, yang sedianya tampil di babak 16 besar Liga Europa, langsung didepak dari kompetisi kasta kedua Eropa tersebut. 

UEFA juga sudah membatalkan hak tuan rumah final Liga Champions 2021/22 dari Saint Petersburg ke Paris, Prancis.

Boyongan dari UEFA ke AFC bisa jadi merupakan jalan alternatif bagi Rusia atas sanksi bertubi-tubi yang mereka terima, mengingat awal bulan ini mereka juga sudah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) atas sanksi-sanksi tersebut.

Perpindahan konfederasi benua bukan hal baru dalam dunia sepak bola, mengingat Israel juga pernah hijrah dari AFC ke UEFA dan Australia yang sejak 2005 meninggalkan konfederasi sepak bola Oseania (OFC) ke AFC demi kuota tiket putaran final Piala Dunia yang lebih besar. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT