12 March 2022, 07:10 WIB

Hati Zinchenko untuk Ukraina


Suryopratomo Pemerhati Sepak bola |

SETIAP kali pertandingan akan dilangsungkan, hati Oleg Zinchenko terasa begitu pedih. Simpati yang diberikan seluruh pemain dan penonton yang hadir di stadion membuat kapten kesebelasan Ukraina itu meneteskan air mata. Terbayang keperian yang dirasakan saudara-saudaranya di Ukraina yang harus bertahan dari serangan militer Rusia.

“Setiap kali selesai latihan tidak terasa air mata ini menetes. Di dalam mobil saya menangis sendirian. Namun, saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu saudara-saudara saya di Ukraina,” ujar Zinchenko lirih saat diwawancarai bintang sepak bola Inggris, Gary Lineker.

Sebagai warga negara Ukraina, menurut bek kiri Manchester City itu, ia tentu terpanggil untuk pulang dan membela negaranya dari serangan lawan. Namun, saudara-saudaranya di Ukraina meminta dirinya untuk tidak kembali dulu ke ‘tanah air’.

Dua anak dan istri juga menjadi pertimbangan Zinchenko untuk bertahan di Inggris. Namun, setiap kali mendengar berita tentang serangan militer yang harus dihadapi bangsanya, hatinya ikut sedih.

“Semua terbayang di dalam kepala saya. Kota di mana tempat saya lahir, tempat saya tumbuh kini rata dengan tanah,” kata Zinchenko yang lahir 25 tahun lalu di Radomyshl, kota di Ukraina utara, mengarah ke perbatasan Belarus.

Satu yang membuat dirinya bisa tegar ialah keyakinan akan daya tahan dari bangsanya. Serangan militer yang sudah lebih dua pekan dilancarkan Rusia, Zinchenko yakini tidak akan melemahkan semangat juang bangsa Ukraina.

“Saya tahu mentalitas dari bangsa saya. Mereka akan berjuang untuk bisa tetap bertahan. Mereka lebih baik mati daripada harus menyerah. Itu yang membuat saya bangga menjadi bangsa Ukraina,” tegas Zinchenko.

Di tengah tuntutan profesionalisme untuk memberikan yang terbaik kepada The Citizens, bukan perkara mudah bagi Zinchenko tampil tanpa beban perasaan. Masalahnya permainan sepak bola yang baik itu hanya bisa dilakukan dengan hati yang gembira, sementara kenyataannya ia sedang bersedih.

Seluruh pemain Manchester City sangat memahami beban mental yang harus dipikul Zinchenko. Oleh karena itu, seluruh pemain mencoba memberikan penghiburan dan tidak menambah beban rekan satu tim mereka dalam mencapai target meraih treble di musim ini.

“Ini keadaan yang sulit bagi dia. Itu negeri dia. Keluarga besarnya tinggal di sana. Bisa terbayangkan betapa gundah hatinya. Kita yang bukan bangsa Ukraina saja merasakan kesulitan di sana,” kata kiper City asal Brasil, Ederson.

Menurut Ederson, ia bersama pemain lainnya selalu berupaya menguatkan hati Zinchenko. Dengan segala cara, mereka mencoba menghibur rekan mereka agar tidak terus larut dalam kesedihan.

“Semua kami coba lakukan untuk menghiburnya. Namun, tetap bukan hal yang mudah. Saya hanya berharap agar perang itu segera berakhir,” tambah Ederson.

Namun, arah bagi terciptanya kembali perdamaian di Ukraina belum menunjukkan tanda-tanda kemajuan. Setelah lebih dua pekan perang berkecamuk, yang terlihat justru peningkatan kekuatan bersenjata. Sengitnya pertempuran mengimbas kepada kelompok masyarakat sipil.

Serangan peluru kendali bahkan sekarang mengenai rumah sakit bersalin dan anak. Jumlah korban anak pun semakin banyak berjatuhan. Sementara itu, 2 juta warga Ukraina terpaksa mengungsi ke negara tetangga untuk mencari keamanan.

Tekanan kepada Rusia untuk menghentikan serangan militer juga semakin keras. Negara-negara Barat mencoba menekan dengan menjatuhkan sanksi ekonomi. Bukan hanya sistem keuangan dan perdagangan dengan Rusia yang dihentikan, melainkan juga aset-aset milik warga negara Rusia dibekukan.

 

 

Nasib Chelsea 

Salah satu yang terkena imbas itu ialah Chelsea. Upaya pemilik Chelsea, Roman Abramovich, untuk menjual the Blues kini terkendala oleh keputusan pemerintah Inggris yang membekukan semua aset milik orang kaya Rusia itu.

Pemerintah Inggris memasukkan Abramovich sebagai salah satu dari tujuh orang kaya Rusia yang mendapat keuntungan karena kedekatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Enam pengusaha lainnya ialah Igor Sechin, Oleg Deripaska, Andrey Kostin, Alexei Miller, Nikolai Tokarev, dan Dmitri Lebedev. Semua aset mereka dianggap berasal dari hasil korupsi atau mendapat kemudahan dari Putin sehingga hasil keuntungan bisa dipakai untuk membantu pemerintah Kremlin melakukan destabilisasi di Ukraina.

Salah satu perusahaan baja dan tambang milik Abramovich, yaitu Evraz Plc, disebut-sebut memasok kebutuhan baja untuk pembuatan tank di Rusia. Fakta itu membuat Abramovich dilarang untuk melakukan transaksi bisnis apa pun di Inggris. Nilai saham Evraz langsung anjlok 13%. Nilai aset Abramovich di Evraz yang akhir 2021 masih tercatat sebesar 1,4 miliar pound sterling turun sekitar 230 juta pound sterling pekan ini.

Persoalan yang dihadapi Chelsea dengan pelarangan Abramovich melakukan kegiatan bisnis apa pun ialah kelangsungan dan masa depan klub itu. Tiga pemain yang akan habis kontrak, yakni Cesar Azpilicueta, Antonio Ruediger, dan Andreas Christensen, tidak bisa menandatangani perpanjangan kontrak.

Keadaan semakin pelik karena tidak boleh ada uang keluar masuk terhadap semua entitas bisnis yang berkaitan dengan Abramovich. Bukan hanya gaji dan bonus pemain yang tidak bisa dibayarkan, penjualan tiket pertandingan Chelsea juga tidak bisa dilakukan.

Bahkan penjualan merchandise Chelsea dilarang untuk dilakukan karena hasilnya akan masuk ke rekening Abramovich yang selanjutnya bisa dipergunakan Kremlin untuk menyerang Ukraina. Hanya pemilik tiket terusan yang kini bisa menyaksikan pertandingan di Stamford Bridge, sementara penjualan merchandise hanya boleh dilakukan pihak ketiga yang selama ini sudah membeli barang terlebih dahulu sebelum sanksi dijatuhkan.

Beberapa perusahaan pun kini mencoba menarik jarak dengan the Blues. Perusahaan telekomunikasi 3, atau Three, memilih untuk menghentikan kontrak karena khawatir akan terbawa-bawa oleh sanksi ekonomi. Padahal, nilai kontrak per tahun bisa mencapai 40 juta pound sterling.

Pelatih Thomas Tuchel dan pemain Chelsea menyadari situasi chaos yang harus mereka hadapi. Namun ,seperti dijanjikan Tuchel, ia dan seluruh pemain akan tetap berkonsentrasi penuh untuk meraih hasil terbaik di musim kompetisi ini.

Kamis malam Azpilicueta dan kawan-kawan menunjukkan ketangguhan dengan menghajar Norwich 3-1 di Liga Primer. Besok malam, Chelsea akan tampil lagi untuk menjamu Newcastle United.

Juara Eropa dan juara dunia itu masih mempunyai dua ajang kesempatan untuk mengangkat piala di musim ini, yakni Liga Champions dan Piala FA. Pekan depan Chelsea akan bertandang ke kandang Lille, Prancis, untuk menyelesaikan pertandingan 16 besar Liga Champions. Pihak Chelsea meminta kelonggaran kepada pemerintah Inggris untuk bisa melakukan perjalanan karena menurut peraturan pembatasan penggunaan anggaran, the Blues hanya boleh mengeluarkan biaya perjalanan maksimal 20 ribu pound sterling. Dana sebesar itu tidak akan mencukupi untuk biaya tim terbang dan tinggal di Lille.

BERITA TERKAIT