11 January 2022, 12:22 WIB

Permainan MU Dicap Lebih Hancur Ketimbang Era Solskjaer


Akmal Fauzi |

PERSOALAN intensitas permainan Manchester United kembali disorot saat melawan Aston Villa pada putaran tiga Piala FA, Selasa (11/1/2022) dini hari WIB. Sejumlah pendukung tetap mengkritik manajer Ralf Rangnick meskipun klub kesayangan menang 1-0 dan lolos ke putaran empat.

Para pendukung MU mengecam penampilan 'The Reds' dan Rangnick. Mereka dinilai terlihat sama buruknya dengan penampilan terakhir bersama mantan manajer Ole Gunnar Solskjaer. Bahkan beberapa menilai Rangnick lebih hancur.

Baca juga: Angka kasus Covid-19 di Liga Premier Turun

Penampilan MU dinilai sangat sulit berkembang, mereka kurang bersemangat, dan terlihat rentan di lini pertahanan.

"Ralf yang tidak melakukan perubahan apa pun. Lebih buruk dari apa pun yang kami lihat di bawah Ole. #ManchesterUnited," tulis salah satu pendukung MU di akun Twitter.

Para pendukung MU membentangkan spanduk di pertandingan melawan Aston Villa untuk mengingatkan tim bahwa mereka mengharapkan yang lebih baik.

Spanduk itu menampilkan tiga pemain terbaik MU-Eric Cantona, Roy Keane, dan Bryan Robson-bersama dengan kata 'standar'. Ketiganya adalah kapten 'Setan Merah' yang pernah membawa MU meraih gelar juara.

Persoalan intensitas permainan juga sempat dikatakan Solskjaer sejak pertama melatih MU pada Desember 2019. Namun, di bawah asuhan 'the Godfather of Gegenpressing', Edinson Cavani dan kawan-kawan ternyata tetap belum banyak berubah.

Rangnick menyebut timnya harus lebih mampu mengendalikan permainan. Ia menilai, masih banyak kekhawatiran yang muncul usai kemenangan atas Villa.

Meski demikian, manajer interim United itu telah melihat peningkatan pascakekalahan dari Wolverhampton Wanderers di Liga Primer Inggris, pekan lalu. "Saya pikir kami menunjukan reaksi setelah pertandingan Wolves. Itulah yang diharapkan semua orang dari kami," kata Rangnick.

Rangnick mengatakan, timnya bermain dengan intensitas tinggi dan fisik penuh energi jika bermain melawan bukan dengan tim papan atas. Ia ingin MU bermain dengan intensitas tinggi secara berkelanjutan dan konsisten.

Rangnick bersikukuh bahwa para pemain harus beradaptasi dengan metode kepelatihannya dan meningkatkan kinerja mereka jika ingin sukses. 

Sementara itu, Manajer  Aston Villa, Steven Gerrard, menerima dengan lapang dada keputusan VAR yang menganulir gol Danny Ings ke gawang MU Tidak ada gunanya mengeluhkan keputusan wasit Michael Oliver yang dibantu VAR. 

Ings sempat menyamakan kedudukan di menit ke-51. Namun, wasit menganulirnya setelah VAR menyatakan ada pelanggaran dalam proses terciptanya gol.

"Ketika VAR ada dan mereka membuat keputusan, Anda harus menerimanya," tegas Gerrard.

"Tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk mengubahnya. Jalan keluar yang mudah adalah menyalahkan keberuntungan dan ofisial. Kami tidak akan melakukan itu," lanjutnya.

Baca juga: Pemilik Saham Crystal Palace Beli Klub Brasil

Gerrard justru mengapresiasi kinerja anak asuhnya. Walaupun, masih cukup banyak hal yang harus dikerjakan di lapangan latihan. 

"Saya tidak kecewa dengan penampilan malam ini, hanya kecewa karena kami tidak memanfaatkan peluang dan kebobolan gol yang ceroboh," tegas Gerrard. (Dailymail/Skysports/BBC/Mal/A-3)

BERITA TERKAIT