08 January 2022, 07:05 WIB

Ancelotti Menolak Mimpi Buruk


Suryopratomo Pemerhati Sepak Bola |

MUSIM kompetisi 2014/2015 tak pernah bisa dilupakan oleh Carlo Ancelotti. Setelah pada musim sebelumnya sukses mempersembahkan trofi Liga Champions dan Kejuaraan Antarklub Dunia, pelatih asal Italia itu tinggal selangkah lagi mempersembahkan juara La Liga kepada Real Madrid.Dengan prestasi 22 kali tidak terkalahkan, sepertinya Los Blancos tinggal selangkah lagi menjuarai La Liga. Kalau itu bisa dilakukan, lengkaplah semua gelar Ancelotti persembahkan untuk Real Madrid.

Namun, Januari 2015 menjadi titik balik bagi raksasa sepak bola Spanyol itu. Musuh besar mereka, Barcelona, yang terseok-seok di awal musim kompetisi, justru secara perlahan terus meraih kemenangan.

Mimpi buruk pun akhirnya harus diterima Ancelotti. Tim asuhannya yang sudah unggul begitu jauh tidak hanya terkejar oleh Barca, tapi juga bahkan kemudian tertinggal. Akhirnya Lionel Messi membawa Barcelona mencetak treble, yakni menjuarai La Liga, merebut Copa del Ray, dan memenangi Liga Champions.

Ancelotti bukan hanya kehilangan piala yang ibaratnya sudah dalam genggaman, tapi juga kehilangan jabatan. Kegagalan menyakitkan itu membuat ia dipecat sebagai pelatih Real Madrid.

Dalam satu musim kompetisi, Ancelotti pun harus menganggur, tidak lagi bersentuhan dengan sepak bola. Baru setahun kemudian ia mendapatkan kontrak dari Bayern Muenchen untuk menggeluti sepak bola yang sudah menjadi bagian dari hidupnya.

 

Kalah dari Valencia

Klub yang mengawali buyarnya mimpi Ancelotti ketika itu ialah Valencia. Setelah istirahat Natal dan Tahun Baru, Real Madrid tiba-tiba kehilangan irama permainan. Semangat mereka untuk memenangi pertandingan pun surut. Valencia memanfaatkan momentum itu untuk menghentikan rekor 22 kali kemenangan yang ditorehkan Los Blancos.

Bayang-bayang mimpi buruk itu seakan datang lagi malam ini waktu Spanyol atau nanti dini hari WIB. Karim Benzema dan kawan-kawan akan menjamu Valencia di Stadion Santiago Bernabeu.

Ancelotti senewen menjelang pertandingan melawan Valencia. Pasalnya, anak-anak asuhannya memulai putaran kedua dengan prestasi yang buruk. Pekan lalu mereka dipaksa menyerah 0-1 oleh tim yang nyaris degradasi, Getafe. Ini kekalahan pertama setelah 15 pertandingan tidak terkalahkan.

Pelatih Real Madrid itu tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Seluruh pemain tampil buruk dan tidak memperlihatkan karakter seperti ketika 'menjuarai' putaran pertama. “Anak-anak asuh saya rupanya masih merayakan liburan Natal mereka,” ujar Ancelotti kesal.

Kekalahan itu membuat keunggulan yang sudah sempat jauh kini mulai didekati para pesaing. Memang bukan Barcelona yang menjadi ancaman terdekat kali ini, melainkan Sevilla. Perbedaannya tinggal terpaut lima poin, tapi Sevilla masih memiliki satu pertandingan lebih.

Ancelotti meminta anak-anak asuhnya untuk segera kembali ke permainan mereka. Tidak boleh lagi lengah dan kehilangan angka dari siapa pun karena sekarang setiap saat bisa tersusul oleh Sevilla.

Barcelona yang selama ini selalu menjadi momok bagi Los Blancos masih tertinggal jauh di belakang. Tim asuhan Xavi Hernandez itu masih terpaut 15 poin di belakang. Mantan bintang Barca itu masih berjuang untuk membawa klub yang membesarkannya, masuk empat besar agar mendapatkan tiket ke Liga Champions musim mendatang.

Meski berhasil menang 3-1 dan lolos ke-16 Copa del Rey, Rabu lalu, Ancelotti belum puas dengan penampilan anak-anak asuhnya. Pasalnya, lawan yang mereka hadapi, Alcoyano, hanyalah klub Divisi III dan gol kemenangan pun baru tercipta di menit-menit terakhir.

Apabila para pemainnya tidak kunjung memperbaiki penampilan mereka, perjalanan hingga Mei akan sangat menakutkan bagi Ancelotti. Masih ada 18 pertandingan yang harus dilalui hingga waktu penentuan itu tiba.

 

 

Tanpa Vini

Persoalan terbesar yang dihadapi Ancelotti ialah absennya kiri luar andalan, Vinicius Junior. Penyerang muda asal Brasil itu harus absen 10 hari karena positif terinfeksi covid-19. Absennya Vini tidak hanya membuat serangan menjadi tidak optimal, tetapi juga mengakibatkan Real Madrid kehilangan ketajaman.

Bintang asal Belgia Eden Hazard tidak pernah bisa menampilkan permainan terbaik sejak ditarik dari Chelsea. Hazard menjadi pilihan menggantikan Vini untuk berduet dengan Rodrygo yang bermain dari sayap kanan.

Malam ini keduanya kembali menjadi pilihan Ancelotti untuk mendampingi Benzema di depan. Kalau tidak optimal, Ancelotti biasanya memasukkan Marco Asensio untuk mengoyak pertahanan sayap lawan. Ada satu lagi pemain kawakan yang memiliki kecepatan dan bisa dicoba, yakni Gareth Bale.

Beruntung di lapangan tengah, Real Madrid mempunyai trio yang solid. Dengan Casemiro yang bermain lebih dalam, Toni Kroos dan Luca Modric bisa lebih leluasa untuk menopang trio penyerang di depan.

Kiper Thibaut Courtois beruntung mendapat istirahat saat melawan Alcoyano. Malam ini kiper asal Belgia itu bisa tampil lebih segar, apalagi ada duet David Alaba dan Eder Militao yang menjadi center-back di depannya.

Valencia pantas untuk diwaspadai karena bukan mustahil kembali membuat kejutan. Hanya saja mereka harus kehilangan gelandang andalan Carlos Soler yang mengalami cedera saat menghadapi Cartagena Rabu lalu.

Pelatih Jose Bordalas harus berpikir keras mencari penggantinya karena Soler merupakan gelandang serang yang produktif. Salah satu kunci kemenangan saat menyingkirkan Cartagena 2-1 di ajang Copa del Rey ialah gol pertama yang diciptakan sang kapten kesebelasan. Bordalas memilih untuk mengistirahatkan Soler agar tidak cedera lebih parah.

Sebelumnya Valencia harus kehilangan Gabriel Paulista yang juga ditimpa cedera. Sementara itu, penyerang Hugo Duro tidak bisa tampil karena hukuman kartu merah yang diterima saat dipaksa menyerah Espanyol 1-2 pekan lalu.

Bordalas tinggal mengharapkan Helder Costa untuk menggalang lapangan tengah. Sementara itu, untuk duet penyerang dari formasi 4-4-2 yang ia sering mainkan dipercayakan kepada Maximiliano Gomez dan Goncalo Guedes.

Kalau Real Madrid terlalu lamban bermain dan asyik menyerang, Valencia bisa membuat serangan balik yang mematikan. Eder Militao tidak boleh membuat blunder lagi seperti ketika menghadapi Getafe. Duet penyerang Valencia asal Uruguay dan Portugal mempunyai kualitas yang lebih mematikan.

 

 

BERITA TERKAIT