27 November 2021, 08:00 WIB

Infantino Tuding Penentang Perubahan pada Piala Dunia Penakut


Basuki Eka Purnama |

PRESIDEN FIFA Gianni Infantino menuduh mereka yang menentang rencananya untuk mengubah frekuensi Piala Dunia menjadi setiap dua tahun sekali sebagai penakut terhadap perubahan dan mereka hanya ingin mempertahankan status tinggi mereka dalam cabang olahraga ini.

Dalam konfederasi di Eropa dan Amerika Selatan yang menentang rencana mengubah siklus empat tahunan, Infantino mengatakan mereka tidak ingin hal-hal berubah karena mereka berada di puncak olahraga ini.

Dia berbicara dalam kongres Konfederasi Sepak Bola Afrika di Kairo saat negara-negara Afrika diperkirakan mendukung rencananya dalam mengubah ketuan-rumahan Piala Dunia diberikan setiap dua tahun.

Baca juga: FIFA Berjanji Semua Orang Boleh Menonton Langsung Piala Dunia di Qatar

"Mereka yang menentang adalah mereka yang berada di puncak. Itu terjadi dalam semua sektor kehidupan ketika ada reformasi dan perubahan, mereka yang berada di puncak tidak ingin ada yang berubah karena mereka memang ada di puncak," kata Infantino.

"Mereka takut seandainya ada perubahan karena posisi kepemimpinan mereka terancam," sambung dia.

Infantino menandaskan dengan meningkatkan frekuensi tuan rumah acara unggulan FIFA tersebut, hal itu akan menawarkan peluang lebih banyak lagi kepada negara-negara di luar papan atas dunia.

"Kami perlu menawarkan peluang lebih besar untuk sepak bola dunia agar sepak bola Afrika bersinar di panggung dunia," ujarnya.

Infantino mengatakan dia akan terus berkonsultasi mengenai pendapat tentang proposalnya tetapi tidak memberikan batas waktu untuk mengimplementasikanya.

UEFA mengatakan jadwal baru akan berdampak buruk kepada keseimbangan kompetisi lokal, domestik, kontinental, dan internasional.

CONMEBOL, badan sepak bola Amerika Selatan, mengatakan proyek itu 'menjungkirbalikkan tradisi hampir 100 tahun sepak bola dunia'.

Piala Dunia akan menambah jumlah finalisnya dari 32 menjadi 48 pada edisi 2026 yang diselenggarakan bersama oleh Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat (AS). (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT