27 November 2021, 06:30 WIB

Mengikuti Jalan Hansi Flick


Suryopratomo Pemerhati Sepak Bola | Sepak Bola

UNTUK ketiga kalinya berturut-turut Manchester United ditangani oleh pelatih ad interim. Setelah Ryan Giggs dan Ole Gunnar Solskjaer, kini giliran Michael Carrick ditunjuk sebagai nakhoda klub sementara. Tidak mengherankan apabila kritikan keras tertuju kepada Keluarga Glazer, pemilik ‘Setan Merah’, yang dianggap tidak memiliki agenda jangka panjang untuk mengembalikan kejayaan salah satu klub terkaya di dunia tersebut.

Para pencinta ‘Setan Merah’ khawatir klub kesayangan mereka tenggelam ke masa kegelapan seperti di periode 1980-an. Manchester United hanya dikenal sebagai tim papan tengah yang minim prestasi padahal memiliki pemain seperti Bryan Robson yang merupakan kapten kesebelasan Three Lions Inggris.

Kedisiplinan pemain menjadi faktor yang paling merusak pada masa itu. Para pemain lebih banyak berkumpul dan minum-minum di bar daripada berlatih serius di lapangan.

Beruntung 'Setan Merah' mendapatkan Alex Ferguson yang sukses menangani Aberdeen. Selama 26 tahun menangani Manchester United sejak 1986, Ferguson tidak hanya mengembalikan kedisplinan di dalam tim, tetapi juga menjadikan era kepemimpinannya menjadi era keemasan bagi 'Setan Merah'.

Di tangan Ferguson, Manchester United seakan tidak kehabisan bintang. Setelah Bryan Robson pergi muncul Roy Keane. Kemudian datang Eric Cantona dan setelah itu bintang-bintang muda bermunculan seperti Giggs, Gary Neville, David Beckham, Roy Ferdinand, Nicky Butts, Ruud van Nistelrooy, hingga mahabintang Cristiano Ronaldo.

Kekuatan Ferguson ialah kejelian melihat bakat seorang pemain dan menanamkan sikap percaya diri kepada pemain tersebut untuk meraih pencapaian tertingginya. Carrick merupakan salah satu pemain yang merasakan sentuhan pelatih legendaris 'Setan Merah' itu.

"Ketika saya diminta untuk menggunakan nomor kostum dan posisi yang ditinggalkan Roy Keane, sempat ada keraguan pada diri saya. Namun, Alex Ferguson selalu mendampingi dan meyakinkan saya untuk mampu melakukan tugas itu," kata Carrick yang tercatat 460 kali membela 'Setan Merah' dan salah satu gelandang paling sukses di Manchester United.

 

Belajar dari Ferguson

Carrick merasakan betul bagaimana efektifnya kepemimpinan Ferguson. Oleh karena itu, cara pendekatan dan penanganan gurunya itulah yang akan diterapkan saat dipercaya menangani sementara Manchester United.

Pelatih ad interim itu menyadari betul waktu yang ia miliki tidak lama. Namun, Carrick berupaya untuk bersama seluruh pemain memberikan yang terbaik untuk disumbangkan karena kompetisi tidak bisa berhenti hanya karena persoalan internal yang terjadi di tubuh 'Setan Merah'.

Harry Maguire dan kawan-kawan Selasa lalu sudah harus tampil di ajang Liga Champions menghadapi lawan terberat, Villarreal, yang pernah mengalahkan mereka di Liga Europa dua musim lalu. Besok malam, 'Setan Merah' harus bertandang ke kandang pemimpin klasemen Liga Primer, Chelsea, di Stamford Bridge.

Di tangan Solskjaer begitu banyak kesalahan elementer yang masih dilakukan para pemain Manchester United. Saat menghadapi Watford misalnya, ketika ada bola silang ke mulut gawang mereka, bek kanan Aaron Wan-Bissaka tidak membuang ke luar lapangan, tetapi menghalaunya ke tengah lapangan. Ketika sundulannya terlalu lemah, tanpa ampun pemain Warford menjebol gawang David de Gea.

Kelemahan dan kesalahan dalam mengambil posisi sering dilakukan para pemain 'Setan Merah'. Saat menghadapi Manchester City, baik Maguire maupun bek kiri Luke Shaw tidak saksama mengantisipasi umpan ke arah tiang jauh yang dilepaskan Phil Foden. Bahkan pemain sekelas Shaw yang menjadi andalan Three Lions bisa bersikap taken for granted seakan bola itu akan keluar lapangan. Ia tidak melihat bahwa dari blind side ada Bernando Silva yang menyambut umpan tersebut dan mampu merobek gawang De Gea.

Kalau kipernya bukan De Gea, Manchester United akan kebobolan banyak gol karena lemahnya barisan belakang dan gelandang. Saat menghadapi Villarreal Selasa lalu begitu banyak penyelamatan yang dilakukan kiper asal Spanyol itu. De Gea sering kali merasa kesal kerja kerasnya menjadi sia-sia karena buruknya penampilan rekan-rekannya.

Pekerjaan rumah itulah yang harus segera diselesaikan Carrick. Semua kelemahan elementer tidak boleh lagi terjadi karena itu akan membuyarkan sistem yang sudah dibangun. Apalagi mereka ialah para pemain tim nasional yang kualitasnya seharusnya di atas rata-rata pemain lain.

Pelatih Manchester City Josep Guardiola merasa yakin Carrick bisa menjalankan tugas dengan baik. Pasalnya, Carrick sama posisinya dengan dirinya saat menjadi pemain, yakni menjadi gelandang jangkar. Carrick pasti tahu apa yang dibutuhkan untuk membangun tim yang solid.

"Saya salah satu pengagum Carrick saat masih menjadi pemain. Saya seperti melihat diri saya ketika ia berada di lapangan. Bahkan sebagai pemain gelandang, ia jauh lebih baik daripada saya karena ia sangat efektif dan selalu tepat dalam menempatkan diri untuk menjaga keseimbangan tim," kata Pep Guardiola.

 

Posisi Hansi Flick

Kondisi yang dihadapi Manchester United sekarang ini tidak ubahnya seperti saat Bayern Muenchen harus memberhentikan Nico Kovac dan menunjuk Hans-Dieter Flick sebagai pelatih sementara. Seperti Carrick yang saat ini harus kehilangan dua center-back Maguire dan Raphael Varane, Hansi Flick ketika itu juga harus kehilangan twin-tower Jerome Boateng dan Niklas Sule.

Hansi Flick kemudian keluar dari ide terobosan yang cemerlang, yakni menggeser bek kiri David Alaba dan gelandang Javi Martinez menempati posisi center-back. Untuk memperkuat pertahanan ia menempatkan dua gelandang bertahan Joshua Kimmich dan Leon Goretzka. Dengan pola 4-2-3-1 yang dikembangkan, Bayern Muenchen tidak hanya bangkit dari keterpurukan, tetapi menjelma menjadi klub terbaik di Jerman, Eropa, dan dunia.

Dalam menghadapi the Blues besok malam, Carrick harus mampu mengikuti jejak Hansi Flick apabila tidak ingin dikenang sebagai pelatih gagal. Tidak ada pilihan bagi Carrick kecuali memercayakan kepada Víctor Lindelof dan Eric Bailly sebagai palang pintu. Namun, mereka harus disuntik rasa percaya diri dan penuh kalkulasi dalam bertindak sehingga pemain seperti Bailly tidak lagi membuat kekeliruan fatal seperti ketika membuat gol bunuh diri saat menghadapi the Citizens.

Jangan lupa Chelsea amat mungkin akan menurunkan kembali ujung tombak Romelu Lukaku yang sudah pulih dari cedera. Dengan Kai Havertz dan Mason Mount yang bermain dari sayap serta Ben Chilwell dan Reese James sebagai gelandang sayap, barisan depan the Blues sangatlah menakutkan.

Carrick harus berani bereksperimen untuk menempatkan dua gelandang bertahan karena yang akan dihadapi ialah tim yang memiliki double six yang andal. Duet N’Golo Kante dan Jorginho merupakan jaminan mutu dan sulit ditandingi apabila hanya mengandalkan Fred dan Scott McTominay. Apalagi Nemanja Matic yang sudah lamban dan sering melakukan kesalahan elementer.

Lebih baik Carrick berani menduetkan Donny van de Beek dan McTominay karena bisa lebih mobile. Strategi itu akan membantu Bruno Fernandes bekerja lebih fokus memasok bola bagi Ronaldo di depan.

'Setan Merah' harus mengoptimalkan serangan dari sayap untuk menggoyahkan pertahanan tuan rumah yang selalu memainkan tiga center-back. Apabila Jadon Sancho dan Marcus Rashford atau Anthony Martial bisa bermain lebih melebar, akan menarik Antonio Rudiger dan Andreas Christensen lebih keluar sehingga Ronaldo tinggal berhadapan dengan Thiago Silva di depan gawang Edouard Mendy.

Apabila 'Setan Merah' bisa menahan tekanan para pemain tuan rumah di 30 menit pertama, setidaknya Carrick bisa mencuri satu poin pada pertandingan besok malam. Manchester United datang ke Stamford Bridge sebagai kuda hitam sehingga kalau bisa merebut kemenangan, itu menjadi modal kuat untuk bisa bangkit dari keterpurukan.

Namun, apabila besok malam 'Setan Merah' kembali tampil dengan kualitas di bawah rata-rata, Carrick tidak hanya harus bersiap kebanjiran gol, tetapi juga dipastikan kehilangan jabatannya. Keluarga Glazer sudah mempersiapkan untuk menarik mantan pelatih RB Leipzig Ralf Rangnick sebagai pelatih baru Manchester United.

BERITA TERKAIT