15 November 2021, 11:00 WIB

Ronaldo Frustasi dan Tak Berkutik Saat Portugal Lawan Serbia


 Akmal Fauzi | Sepak Bola

PENYERANG Cristiano Ronaldo menjadi pemain yang disorot saat langkah Portugal lolos otomatis ke Piala Dunia Qatar 2022 dijegal Serbia, Senin (15/11) dini hari WIB.

Ambisi Ronaldo membawa Portugal lolos ke putaran final Piala Dunia 2022 di Qatar kandas karena kekalahan 1-2. Ini menjadi kekalahan kandang pertama Portugal dalam kualifikasi Piala Dunia sejak Oktober 2013.

Timnas Serbia sukses membuat Ronaldo tak berkutik. Penyerang Manchester United itu gagal membukukan satu pun tembakan ke arah gawang.

Wajar jika Ronaldo merasa sangat frustrasi. Setelah wasit meniup peluit panjang berakhir, Ronaldo terlihat kesal dan sedih menerima fakta bahwa Portugal dipastikan melakoni babak playoff.

Ini bukan kali pertama Serbia membuat seorang Ronaldo terluka. Pertemuan pertama Maret 2021 silam, mantan pemain Juventus itu juga mengalami momen yang kurang menyenangkan.

Saat itu Ronaldo sangat marah karena golnya di masa injury time dianulir wasit. Bola sepakannya memang sempat disapu Stefan Mitrovic di garis gawang.

Namun Ronaldo tahu betul bola sudah lebih dulu melewati garis gawang. Ia pun melakukan protes keras kepada hakim garis. Wasit yang bertugas saat itu, Danny Makkelie tidak meniup peluit tanda gol terjadi

Sayangnya, VAR dan teknologi garis gawang tak tersedia dalam pertandingan ini. Padahal gol Ronaldo tersebut bisa menjadi penentu kemenangan Portugal. Saat itu kedua tim bermain imbang 2-2.

Pelatih Portugal, Fernando Santos, menjelaskan gestur Cristiano Ronaldo yang mempertontonkan ketidakpuasan di akhir pertandingan.

Santos menjelaskan Ronaldo kesal karena kejadian pada pertemuan dengan Serbia di kandang lawan.

"Dia mengatakan di Serbia dia telah mencetak gol di menit akhir tetapi tidak disahkan. Itu yang dia katakan. Ledakan itu normal, dia frustrasi," jelas Santos.

Santos tetap optimistis Portugal akan meraih tiket ke putaran final Piala Dunia 2022 meski harus menempuh jalur lebih jauh.

"Kami harus meminta maaf. Orang-orang bersedih, para pemain sedih. Tim saya akan berada di Qatar, itu pasti. Saya belum pernah ke babak playoff, tidak biasa memang," kata Santos. (Mal/Sportmax/OL-09)

BERITA TERKAIT