25 October 2021, 11:27 WIB

Pascakekalahan Telak dari Liverpool, Solskjaer Ingin Bertahan di MU


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

OLE Gunnar Solskjaer mengaku dirinya sudah melangkah terlalu jauh sebagai manajer Manchester United untuk menyerah meski kekalahan telak 5-0 dari Liverpool di Old Trafford, Minggu (24/10), membuat posisi pelatih Norwegia itu berada di ujung tanduk.

Jose Mourinho dipecat pada Desember 2018 pascakekalahan 3-1 di Anfield yang membuat Manchester United kala itu menduduki peringkat enam klasemen.

Kali ini, raihan satu poin dari kemungkinan 12 poin membuat pasukan Solskjaer menduduki peringkat tujuh klasemen, tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen Chelsea saat kompetisi baru berlangsung sembilan laga.

Baca juga: Solskjaer Akui Kekalahan Telak dari Liverpool Sebagai Hari Terburuk dalam Kariernya

Para pendukung Manchester United berharap lebih banyak setelah Setan Merah mendatangkan Cristiano Ronaldo, Jadon Sancho, dan Raphael Varane di awal musim.

Namun, ketimbang menjadi penantang Chelsea, Liverpool, dan Manchester City untuk memperebutkan gelar Liga Primer Inggris, Manchester United malahan, menurut Solskjaer, 'menabrak tembok'.

Pemilik Manchester United pastinya harus mengevaluasi keputusan mereka memberi kontrak tiga tahun bagi Solskjaer, Juli lalu.

Mantan penyerang itu belum juga memenangkan gelar apa pun untuk Manchester United namun dipuji karena sukses menempatkan Setan Merah di empat besar klasemen akhir Liga Primer Inggris di dua musim secara beruntun untuk pertama kali sejak Alex Ferguson pensiun pada 2013.

"Saya sudah berjalan terlalu jauh. Kami sudah berjalan terlalu jauh. Terlalu cepat bagi kami untuk menyerah," tegas Solskjaer ketika ditanya mengenai masa depannya di Old Trafford. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT