24 October 2021, 09:00 WIB

Polisi Selidiki Spanduk Penolakan Pengambilalihan Newcastle oleh Pendukung Palace


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

SPANDUK yang memprotes pengambilalihan Newcastle United oleh konsorsium asal Arab Saudi yang ditampilkan pendukung Crystal Palace di laga Liga Primer Inggris kini diselidiki kepolisian Inggris atas dugaan rasisme.

Spanduk itu ditampilkan sebelum laga di Selhurst Park, yang berakhir imbang 1-1, mengkritik pengujian oleh pemilik dan direktur klub Liga Primer Inggris terhadap konsorsium asal Arab Saudi serta mendata daftar pelanggaran HAM di negara itu.

Liga Primer Inggris menyetujui pengambilalihan Newcastle senilai 305 juta pound sterling, aal bulan ini, meski konsorsium itu dipimpin oleh Arab Saudi.

Baca juga: Foden Cetak Dua Gol. City Lumat Brighton

Kepolisian Metropolitan Croydon, lewat Twitter, mengatakan, "Pada Sabtu (23/10), polisi menerima laporan adanya spanduk menghina yang ditampilkan pendukung Crystal Palace."

"Polisi tengah menyelidiki informasi itu. Dugaan rasisme akan ditanggapi dengan sangat serius," lanjut polisi.

Kelompok pendukung Palace, Holmesdale Fanatics, dalam pernyataan resmi mengatakan," Pengambilaihan Newcastle oleh Arab Saudi telah memicu kemarahan dan kecaman."

"Mengizinkan hal itu terjadi saat Liga Primer Inggris mempromosikan sepak bola putri dan inisiatif inklusif, seperti gelang pelangi, membuktikan kemunafikan liga yang hanya mencari keuntungan belaka," lanjut mereka. (AFP/OL-1)
 

BERITA TERKAIT