20 October 2021, 23:38 WIB

Kasus Video Seks dan Pemerasan, Benzema Mangkir Dari Sidang


Widhorosop | Sepak Bola

STRIKER Real Madrid, Karim Benzema, diadili in absentia atas dugaan keterlibatan dalam percobaan pemerasan rekan senegaranya di Prancis, Mathieu Valbuena, lewat sebuah video seks. Mantan striker Lyon itu dituduh terlibat dalam percobaan pemerasan uang dari kompatriotnya menjelang sebuah laga uji coba melawan Armenia lima tahun yang lalu.

Benzema tidak hadir di pengadilan saat sidang dimulai, Rabu (20/10) waktu setempat. Benzema menepis segala tuduhan dalam kasus ini.

Valbuena yang hadir di persidangan, sempat membahas absennya Benzema sebelum mengungkapkan keinginan untuk segera menyelesaikan kasus ini.

"Sudah enam tahun kasus ini berjalan. Semua orang hadir di sini tapi Karim Benzema tidak hadir. Sayang sekali, tapi begitulah adanya," ujarnya.

"Kami sudah menanti selama enam tahun. Kami hadir di waktu yang diperlukan agar semua ini segera berakhir," tambahnya.

Mantan pemain Marseille dan Lyon itu menambahkan soal mengapa ia melaporkan percobaan pemerasan itu ke polisi "Saya merasa dalam bahaya, dan insting saya berkata untuk lapor Sepakbola adalah kehidupan saya. Saya tahu jika video tersebut beredar, akan membuat kerumitan dengan tim Prancis," jelasnya.

Jika Benzema divonis bersalah atas keterlibatan percobaan pemerasan, ia bisa dipenjara hingga lima tahun. Ia juga akan diwajibkan membayar denda 75 ribu euro jika dinyakan bersalah.

Dalam kasus ini, pemeras mengancam akan merilis video seks yang menampilkan Valbuena, kecuali jika mereka dibayar. Benzema diduga mendorong mantan rekan satu timnya itu untuk membayar para pemeras tersebut.

Namun alih-alih berurusan langsung dengan pemeras, Valbuena melaporkan peristiwa ini kepada pihak berwenang. Benzema sendiri lalu diasingkan dari timnas Prancis begitu dugaan keterlibatannya muncul ke permukaan. (Goal/OL-15)

BERITA TERKAIT