14 October 2021, 21:12 WIB

Marco Paulo: PSS Sleman Hadapi Masa Sulit


Widhoroso | Sepak Bola

PS Sleman (PSS) mengawali kompetisi BRI Liga 1 2021-2022 dengan langkah tertatih. Hanya mampu meraih satu kemenangan, PSS kini tertahan di zona bawah.

Direktur Utama PT PSS Marco Gracia Paulo menuturkan PSS memang berada pada situasi sulit. Sebelum kompetisi, suporter sudah mendapat penjelasan bahwa tim diprediksi memulai kompetisi secara tidak mudah karena persiapan yang terlambat.

"Saya tetap percaya PSS. Namun harus diakui ini memang masa sulit bagi kami. Meski demikian, saya optimistis PSS akan menyelesaikan ini dan maju lagi bersama," kata Marco, Kamis (14/10).

"Hal ini sesungguhnya sudah saya sampaikan kepada teman-teman suporter. Kami melakukan pertemuan sampai tiga kali, termasuk dengan Pak Sismantoro (mantan manajer PSS). Saya katakan langkah kami bakal berat di awal kompetisi karena persiapan kami terlambat," tambahnya.

PSS menutup putaran pertama dengan enam pertandingan awal dengan menduduki peringkat 15. Dengan meraup enam poin, posisi PSS hanya satu strip di atas zona degradasi.

Kinerja pelatih Dejan Antonic dipertanyakan. Meski membawa PSS menduduki peringkat tiga di turnamen pramusim Piala Menpora 2021, namun Sleman Fans tetap menginginkan Dejan dipecat karena tim belum berhasil ke papan atas liga.

Tidak hanya tekanan untuk memecat pelatih, tetapi Marco turut menjadi sasaran suporter dan didesak mundur. Desakan yang sama juga dilontarkan kepada pemain belakang Arthur Irawan.

Meski sudah memprediksi tim terlambat start, Marco mengaku tetap kecewa dengan hasil buruk itu. Lebih dari itu, dia tak memperkirakan bila suporter tidak menerima hasil tersebut.

"Setelah kekalahan dari Persebaya, saya sudah berkomunikasi dengan perwakilan Sleman Fans dan beberapa teman yang dituakan di Sleman. Kami bersama-sama menyusun statemen yang nantinya dikeluarkan manajemen. Setelah berkali-kali direvisi, kami dan perwakilan suporter akhirnya sepakat yang kemudian diunggap. Saya sampaikan manajemen akan melakukan evaluasi ketat di seri kedua. Tidak ada kata-kata mengenai pemberhentian pelatih atau apa pun," kata Marco.

Tak heran bila Marco terkejut karena tak lama kemudian suporter menolak pernyataan yang sudah dirilis itu. Padahal kedua belah pihak sudah sepakat dengan pernyataan tersebut. Puncaknya saat PSS bermain imbang saat melawan Persik. Suporter tak terima dengan hasil itu dan tetap pada tuntutannya yaitu pemecatan Dejan, Marco, dan Arthur Irawan.
 
Terkait pertemuan perwakilan Sleman Fans dengan pemegang saham di Jakarta, Marco mengatakan pertemuan itu bukan karena suporter kecewa dengan hasil pertemuan dengan dirinya. "Pertemuan itu memang sudah disiapkan jauh-jauh hari," ucap Marco. (RO/OL-15)

BERITA TERKAIT