21 September 2021, 10:20 WIB

Sejak Ditinggal Ronaldo, Juventus Alami Mimpi Buruk


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

"LIFE goes on." Itu adalah pesan pelatih Juventus Massimiliano Allegri setelah mengetahui keinginan Cristiano Ronaldo hengkang bulan lalu. Tetapi, empat pertandingan Serie A Juventus setelah tiada Ronaldo berakhir dengan bencana.

Reaksi Turin terhadap kepergian Ronaldo ke klub Liga Primer Inggris Manchester United cukup beragam.

Meskipun memimpin daftar pencetak gol Juve dalam setiap musim yang dia habiskan di Juventus, dampak luas Ronaldo tidak selalu dilihat secara positif, mengingat gaji besar yang mesti dikeluarkan klub itu dan tuntutannya untuk menjadi pemain utama di lapangan.

Baca juga: Napoli Lanjutkan Rekor Selalu Menang dan Naik ke Puncak Klasemen Serie A

Tapi, empat laga pascaera Ronaldo, klub tersukses Serie A itu malah tercecer di zona degradasi. Mereka belum mencicipi kemenangan di Serie A pada musim ini.

Hasil imbang 1-1 melawan AC Milan, Senin (20/9) dini hari WIB, memastikan Juventus gagal memenangkan salah satu dari empat pertandingan pertamanya musim ini yang merupakan keempat kalinya terjadi dalam sejarah mereka, dan pertama kali sejak musim 1961-1962.

Surat kabar Italia Corriere dello Sport menyebut klub itu sudah mencapai titik nadir, sementara harian Turin, Tuttosport, mengecam krisis dalam klub ini.

Masalah mental

Kekhawatiran terbesar penggemar Juventus dari tiga pertandingan pertama tim pujaan mereka di Serei A pada musim ini adalah kurang tajamnya serangan Juve.

Juve kalah mengejutkan 0-1 di kandang sendiri dalam pertandingan pertama mereka melawan klub promosi Empoli tanpa pernah benar-benar mengganggu gawang lawan mereka.

Kekalahan mengejutkan lainnya terjadi saat melawan Napoli. Tetapi skuat Allegri sepertinya sudah membalikkan pendulum kala melawan Milan,  Senin (20/9) dini hari WIB dengan memulai pertandingan itu dalam intensitas jauh lebih besar, memimpin dalam waktu empat menit dengan gol serangan balik yang menawan.

Juve tetap dominan di babak pertama, dan sepertinya sudah mendekati penampilan terbaiknya di mana Paulo Dybala mengambil alih peran Ronaldo dan memimpin serangan melawan Milan.

Namun begitu peluang muncul dan memasuki babak kedua, gugup malah menjalari Juve. Mereka menjadi sering kehilangan bola dan sepertinya hanya masalah waktu sampai bagi Milan untuk menyamakan kedudukan.

Bahkan ada duo bek tengah veteran Italia Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci di jantung lini belakang, Juve kembali gagal membuat clean sheet saat Ante Rebic menyamakan kedudukan.

Yang terjadi kemudian justru Milan yang paling berpeluang merebut tiga poin.

"Dalam pandangan saya, ini lebih merupakan masalah mental daripada kebugaran fisik," kata bek Juventus Danilo kepada DAZN.

"Pada momen-momen itu, kami tidak bisa menekan atau bertahan sebagai satu kesatuan, kami tidak cepat mengalirkan bola dan itu tentu saja hal yang perlu kami tingkatkan," lanjutnya.

Merebut kembali gelar Scudetto pun menjadi terasa jauh bagi Juve yang sudah goyah. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT