28 April 2016, 08:43 WIB

Timnas Serbia Pecat Curcic


Basuki Eka Purnama |

ASOSIASI Sepak Bola Serbia (FSS) memecat pelatih timnas Radovan Curcic, Rabu (27/4). Keputusan itu memicu direktur timnas Savo Milosevic mengajukan pengunduran diri.

"Anggota dewan FSS memutuskan memutus kontrak dengan Curcic melalui kesepakatan bersama, sedangkan Milosevic mengundurkan diri sebagai direktur timnas pada sesi hari ini," FSS melalui situs resmi mereka.

"Kami berterima kasih kepada Curcic untuk upaya-upayanya dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya."

Milosevic, mantan penyerang Aston Villa, merupakan pendukung setia Curcic di FSS, setelah pria 44 tahun itu mengambil alih posisi pelatih dari Dick Advocaat pada November 2014.

Curcic gagal memperbaiki peruntungan Serbia pada kualifikasi Piala Eropa 2016, setelah Advocaat membawa mereka hanya mendapatkan satu angka dari tiga pertandingan pembuka.

Serbia menyelesaikan kualifikasi dengan menghuni peringkat keempat di grup mereka, dengan koleksi empat angka dari delapan pertandingan, di bawah Portugal, Albania, dan Denmark.

Dukungan untuk Curcic menurun setelah penampilan buruk mereka, saat kalah 0-1 di Polandia dan menang 1-0 di Estonia pada pertandingan-pertandingan persahabatan yang dimainkan bulan lalu.

Media Beograd, pekan lalu, telah ramai dengan spekulasi bahwa FSS telah mewawancarai pelatih berusia 62 tahun Slavoljub Muslin, yang telah melatih 17 klub yang berbeda, untuk mengambil alih tim dalam upaya menembus Piala Dunia 2018.

Serbia, yang berada di grup kualifikasi Piala Dunia 2018 bersama Wales, Irlandia, Austria, Georgia, dan Moldova, gagal berpartisipasi di turnamen-turnamen utama sejak Piala Dunia 2010.

"Setelah berdiskusi dengan para pejabat senior FSS, saya memiliki penilaian bahwa tujuan lolos ke Piala Dunia 2018 kekurangan atmosfer yang tepat dan dukungan," kata Curcic.

"Saya ingin berterima kasih kepada para pemain untuk komitmen penuh mereka dan individu-individu yang mempercayai pekerjaan saya, sambil saya juga berharap Serbia akan mencapai turnamen di Rusia." (Ant/OL-3)

BERITA TERKAIT