26 August 2021, 08:15 WIB

FIFA Minta Liga Primer Inggris dan La Liga tidak Larang Pemain Bela Negara Mereka


Basuki Eka Purnama |

PRESIDEN FIFA Gianni Infantino mendesak klub-klub Liga Primer Inggris dan La Liga untuk tidak menghalang-halangi pemain mereka membela negara masing-masing dalam kalender pertandingan internasional, awal September nanti.

"Saya menyerukan agar muncul sikap solider dari semua asosiasi anggota, liga, dan klub, untuk melakukan hal yang tepat dan pantas bagi olahraga global ini," kata Infantino dalam pernyataan yang disiarkan di laman resmi FIFA, Rabu (25/8) malam.

"Banyak pemain terbaik di dunia berkompetisi dalam liga-liga di Inggris dan Spanyol, dan kami percaya negara-negara itu juga berbagi tanggung jawab untuk menjaga dan mengamankan integritas serta sportivitas kompetisi sepak bola di seluruh dunia," tambahnya

Baca juga: 12 Ribu Suporter Diizinkan Tonton Laga Brasil vs Argentina

FIFA, sebelumnya, memutuskan tidak memperpanjang izin penolakan bagi klub-klub di dunia melepas pemainnya dalam pertandingan internasional, kebijakan yang berlaku selama pandemi covid-19 dan berakhir 21 April lalu.

Operator Liga Primer Inggris, Selasa (24/8), mengumumkan kesepakatan klub-klub anggotanya untuk tidak melepas para pemain mereka yang akan pulang-pergi di negara-negara yang tercantum dalam daftar merah perjalanan pemerintah Inggris terkait covid-19.

Aturan pemerintah Inggris mengharuskan orang-orang yang melakukan perjalanan dari negara-negara daftar merah untuk menjalani masa isolasi selama 10 hari.

Aturan tersebut praktis akan mempengaruhi kesempatan pemain membela klub mereka di kompetisi domestik maupun Eropa, setidaknya satu hingga tiga pertandingan selepas jeda internasional.

Selain Liga Primer Inggris, operator La Liga juga menyatakan dukungan apabila klub-klub mereka tidak melepas para pemain mereka untuk pertandingan internasional di wilayah Amerika Latin, yang sebagian besar masuk daftar negara merah karena kasus covid-19 yang tinggi.

Belakangan, operator liga-liga kasta kedua hingga keempat Inggris, EFL, juga mengumumkan pernyataan serupa bahwa klub-klub di bawah naungannya sepakat tidak melepas para pemain yang akan main di negara-negara zona merah.

Keputusan serupa juga diambil oleh operator Serie A, yang akan mendukung keputusan klub menahan para pemain yang terancam harus melakukan isolasi sepulang dari jeda internasional.

Infantino mengklaim dia telah mengirim surat resmi kepada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson meminta dukungan agar ada solusi yang tidak mengurangi kesempatan para pemain mancanegara memperkuat tim nasional masing-masing dalam kalender jeda internasional.

"Saya juga menyarankan pendekatan serupa yang diadopsi pemerintah Inggris untuk babak akhir Piala Eropa 2020 diterapkan dalam pertandingan-pertandingan internasional nanti," ujarnya.

"Bersama-sama, kita sudah memperlihatkan solidaritas dan kesatuan memerangi covid-19. Sekarang, saya mendesak semua pihak untuk memastikan para pemain internasional untuk kualifikasi Piala Dunia," tutup Infantino.

Belum ada jaminan adanya kelonggaran kebijakan isolasi dari pemerintah Inggris, tetapi FIFA bisa menjadikan situasi ini sebagai posisi tawar mereka dalam upaya Negara Ratu Elizabeth itu mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Rep Irlandia, yang didukung Johnson.

Liga Primer Inggris juga sudah memprotes keputusan FIFA memperpanjang jadwal pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Amerika Latin (CONMEBOL) menjadi 11 hari dari rencana awal sembilan hari.

Mulai 1 September nanti, semua konfederasi regional memainkan pertandingan-pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 masing-masing zona, dengan laga paling akhir berlangsung pada 9 September di CONMEBOL. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT