04 August 2021, 08:45 WIB

Kovac Jijik dengan Insiden Rasisme di Kandang Sparta Praha


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

PELATIH Monaco Niko Kovac mengaku dirinya jijik dengan serangan rasisme yang dialami gelandang klub Ligue 1 itu, Aurelien Tchouameni, dalam laga kualifikasi putaran ketiga Liga Champions di markas Sparta Praha, Rabu (4/8) dini hari WIB.

Tchouameni mencetak gol pembuka saat Monaco menang 2-0 atas Sparta sebelum Kevin Volland mencetak gol di babak kedua.

"Kami semua sedih dan jijik bahwa hal semacam ini masih terjadi di abad ke-21," kecam Kovac.

Baca juga: Gelandang Monaco Jadi Korban Pelecehan Rasial di Sparta Praha

"Lapangan sepak bola adalah bagian dari dunia. Ada perilaku yang harus dihapuskan. Hal semacam ini tidak boleh terjadi lagi."

"Kami memenangkan pertandingan dan menang atas rasisme," lanjutnya.

Tchouameni dan rekan setimnya mendatangi Kovac dan pejabat UEFA, termasuk wasit Michael Oliver, mengeluhkan suara monyet dari pendukung di ibu kota Rep Ceko itu setelah gelandang timnas U-21 Prancis itu mencetak gol pada menit 37.

Menurut laporan Canal+, Oliver kemudian menjalankan protokol UEFA dengan menghentikan laga selama 3 menit.

Saat itu, pesan disampaikan lewat pengeras suara dan layar raksasa stadion bahwa jika terjadi lagi insiden rasisme, laga akan dihentikan. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT